Pembangunan PLTBg di Payung Sekaki Tinggal Proses Perizinan

Pembangunan PLTBg di Payung Sekaki Tinggal Proses Perizinan

Pasir Pengaraian (Rokanhulu.com) - PT Pasadena Engineering Indonesia (PEI) selaku investor yang bekerjasama dengan salah satu organisasi dibawah naungan PBB untuk membangun PLTBg berkapasitas 1 X 1,5 MW di Desa Payung Sekaki Kecamatan Tambusai Utara menunjukkan keseriusannya dalam merealisasikan pembangkit listrik yang dikenal ramah lingkungan tersebut.

Dibuktikan, pekan lalu di Hotel Rafles Home Bandung, PT PEI telah melakukan penandatanganan MoU dengan PT MAN selaku pihak penyedia limbah cair kelapa Sawit untuk bahan baku PLTBg dan Pemerintah Kabupaten Rohul yang diwakilkan Dinas Pertambangan dan Energi.

Dalam naskah kesepakatan itu, PKS PT Merangkai Artha Nusantara (MAN) menyerahkan bahan baku limbah cair ke Pemkab Rohul, selanjutnya Pemkab memberikan kepercayaan dan menyerahkan bahan baku limbah cair kepada PT PEI untuk bahan baku PLTBg.

’’ Sekarang ini, pelaksanaan pembangunan PLTBg kapasitas 1 X 1,5 MW di Payung Sekaki oleh PT PEI, hanya menunggu proses perizinan yang sedang dalam pengurusan. Pihak investor menargetkan dalam tahun ini, sudah dimulai pembangunan PLTBg pertama yang dibiayai langsung pihak swasta murni,’’ ungkap Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Rokan Hulu Drs H Yusmar MSi, Rabu (30/9/2015) di ruang kerjanya.

Menurutnya, dalam pelaksanaan pembangunan PLTBg 1 X 1,5 MW di Payung Sekaki, akan menghabiskan dana sekitar Rp 40-45 Miliar, sesuai dari estimasi biaya dari PT PEI. ‘’ Direncanakan, kalau tidak ada halangan pembangunan PLTBg dimulai dalam tahun ini. rencana pembangunan proyek ini akan menghabiskan waktu selama 1 tahun, diantaranya pembangunan fisik selama 6 bulan dan  untuk pemeliharan 6 bulan.’’ sebutnya.

Yusmar mengaku, jika pembangunan PLTBg telah terwujud, nantinya akan dikelola oleh BUMD atau BUMDes.’’ Pemkab memfasilitasi dan mendorongan terlaksananya proyek PLTBg sesegera mungkin, sehingga dapat mengatasi krisis energi di Rokan Hulu. Kita minta dukungan dari masyarakat Desa Payung Sekaki dan Desa Bangun Jaya dalam  rangka pelaksanaan pembangunan, sehingga proyek ini dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan.’’katanya

Mantan Kadisdukcapil Rohul itu menjelaskan dalam pelaksanaan pembangunan PLTBg, untuk masalah teknis dalam pengoperasian PLTBg ini, akan ada kesepakatan susulan yang saling menguntungkan antara pihak investor, PKS PT MAN, BUMD atau BUMDes yang akan mengelola PLTBg.

Yusmar menambahkan, bila PLTBg dengan kapasitas 1 x 1,5 MW terealisasi dan beroperasi, maka dapat menerangi arus listrik ke rumah penduduk di dua desa yakni Payung Sekaki dan Bangun Jaya sebanyak 2.500 kk.

Pengembangan energi listrik terbarukan dengan menggunakan bahan baku limbah cair (pome) yang lagi gencar dikembangkan Pemkab Rohul, dalam rangka mendukung program pemerintah untuk memenuhi kebutuhan energi sebesar 35 MW secara nasional.(Ar)


--
This message has been scanned for viruses and dangerous content by
E.F.A. Project, and is believed to be clean.


EmoticonEmoticon