Fraksi Partai Golkar Inisiasi Pementukan Pansus Penataan Aset

Fraksi Partai Golkar Inisiasi Pementukan Pansus Penataan Aset

Fraksi Partai Golkar Inisiasi Pementukan Pansus Penataan Aset

Pasir Pengaraian (Rokanhulu.com) - Fraksi Partai Golkar DPRD Rokan Hulu (Rohul), mengusulkan pembentukan Panitia khusus (Pansus) Penataan Aset Kabupaten rokan hulu. Usulan itu  disampaikan secara resmi Ketua Fraksi Golkar, Nono Patriana Putra  kepada pimpinan DPRD Rohul. Usai Rapat Paripurna Pengesahan APBD-P 2016, Selasa (29/11/2016) sore.

Ketua Fraksi Golkar Nono Patriana Putra menjelaskan, alasan fraksi golkar mengusulkan pembentukan pansus aset ini, karena tidak jelasnya data aset bergerak dan tidak bergerak yang dimiliki pemerintah kabupaten rokan hulu saat ini. Menurutnya, pembentukan pansus aset ini sangat urgen dan harus segera dilakukan. selain untuk mengatahui seluruh aset yang dimiliki pemerintah daerah, pendataan aset ini juga penting, untuk mengatahui aset  layak dan tidak layak. Aset yang tidak layak, harus segera dilakukan penghapusan, sehingga tidak menimbulkan beban pemiliharaan. "Kita sudah bosan bertanya kepada pemerintah setiap rapat, masalah aset ini selalu tidak tuntas, seolah-olah ada yang disembunyikan" tuturnya.

Nono menyebutkan, Sesuai Aturanya,  Aset yang tidak layak seharusnya diputihkan dengan cara dilelang, dimana aset bernilai 1 miiar keatas harus disetujui DPRD, sementara aset bernilai dibawah 1miliar bisa melalui keputusan bupati. Tetapi kenyataanya, sejak 17 tahun Rokan Hulu berdiri, pemerintah daerah, tidak pernah melakukan pelelangan aset daerah, kecuali kendaraan dinas bupati yang dilelang sebagai terimakasih atas pengabdianya. " kita sudah 17 tahun berdiri, tapi aset saja tidak tertata, Kita mencium ada indikasi aset yang disembunyikan. Contohnya mobil dinas, belum pernah dilelang,  tapi faktanya ada beberapa mantan pejabat daerah yang tidak lagi menjabat namun kendaraan dinasnya tidak dikembalikan, anehnya,  pemerintah tidak berani menarik" ujarnya. Terkait informasi banyaknya tim sukses yang menggunakan mobil dinas milik Pemkab Rohul, nono mengaku tidak tahu informasi tersebut. Namun menurutnya, mobil dinas seharusnya hanya diperuntukan untuk pejabat dalam menjalankan tugasnya. "Jika memang  ada tim sukses yang memakai mobil dinas saya  meminta pemkab rohul segera menertibkanya" tegasnya. Sementara itu, Ketua DPRD Rohul, Kelmi Amri SH menyambut baik usulan dari fraksi golkar. Namun dia meminta usulan pembentukan Pansus penataan aset ini  dilakukan sesuai prosedur serta tata tertib DPRD. Untuk itu, politisi Partai Demokrat ini meminta untuk menyurati kembali pimpinan DPRD setelah memenuhi syarat yang sudah diatur dalam Tatib. "Sesuai tata tertib, hak DPRD terdiri dari Hak menayakan pendapat, Hak interpalasi dan Hak angket, Syarat mengajukan hak itu, harus diusulkan minimal 5 anggota DPRD dari 5 fraksi berbeda, nanti  dalam paripurna baru kita putusukan, apakah kita bentuk pansus atau pokja" jelasnya. Meski demikian, kelmi menilai penataan aset rohul harus segera dilakukan, sehingga aset yang sudah tidak lagi produktif dapat  dihapuskan agar tidak menjadi beban anggaran daerah.***(Ar/Rhc)

Jaga Keutuhan NKRI, Plt Bupati Bersama Unsur Forkompinda Rohul Gelar Apel Nusantara Bersatu

Jaga Keutuhan NKRI, Plt Bupati Bersama Unsur Forkompinda Rohul Gelar Apel Nusantara Bersatu

Jaga Keutuhan NKRI, Plt Bupati Bersama Unsur Forkompinda Rohul Gelar Apel Nusantara Bersatu

Pasir Pengaraian (Rokanhulu.com) - Untuk menjaga keutuhan dan kedamaian antar agama, suku, dan golongan di tanah air Indonesia Raya, Pemerintah kabupaten Rokan Hulu (Pemkab Rohul) bersama TNI, Polri dan pemuka agama, gelar “Nusantara Bersatu” yang dipusatkan di Taman Kota, Pasir Pangaraian, Rabu (30/11/2016) pagi.

Nusantara Bersatu dengan tema “Indonesia ku, indonesia mu, Indonesia kita bersama, Bhineka tunggal Ika”, dihadiri Plt Bupati Rohul, H Sukiman, Kapolres Rohul,AKBP. Yusup Rahmanto, Danramil Rambah kapten. Azla, Kadis Pariwisata Yurikawati, ketua Pemuda Panca Marga, Drs Yusmar Yusuf M.Si, Kajari Rohul, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Pasir Pangaraian, termasuk Ketua GOW Peni Sukiman, serta pejabat Forkopinda lain, para kepala dinas, badan, kantor dan camat.

Dalam kegiatan itu, berbagai kesenian dipertunjukan dan digelar, seperti kesenian kuda lumping, kesenian melayu, mandailing, dan kesenian lainya, tampak juga baju adat masing-masing daerah. Bukan hanya itu, para pelajar dari berbagai sekolah SLTA di Rohul juga ikut tampil dengan mengenakan bergam pakaian daerah di Indonesia.Bahkan suasana meriah, karena seluruh peserta yang hadir ikatkan pita merah putih di kepala, sebagai bentuk kesatuan.   

Plt Bupati Rohul H. Sukiman mengungkapkan, kegiatan Nusantara Bersatu tersebut, merupakan upaya menyatukan masyarakat Indonesia, yang terdiri dari berbagai macam suku, Ras, agama dan golongan.

“ Ini tidak ada sangkut paunya dengan permasalahan Kasus Ahok, namun acara kita ini untuk membangkitkan rasa ke Bhineka Tunggal ika-an, yang saat ini mungkin sudah mulai renggang,” katanya.

Ditambahkannya, Indonesia sudah berumur ke 71 tahun, tentunya rasa kebangkitan bangsa harus tetap dipupuk kepada generasi muda, karena kini zaman teknologi yang serba modren, dan tentunya, generasi muda harus diingatkan kembali.

Sebutnya pula, perlu diketahui, baik Rohul maupun Indonesia merupakan negara yang beraneka ragam, dari Sabang sampai Marouke. Sehingga perlu dirapatkan kembali, sehingga Indonesia akan tetap utuh dan bersatu.

“Jangan gara-gara permasalahan kecil, bisa merusak tatanan ke Bhinekaan kita. Biarlah permasalahan kecil tersebut hilang, yang penting NKRI tetap kuat dan bersatu,” imbaunya.

Sebutnya, untuk di Rohul rasa Kebhineka Tunggal ika masih sangat kental. Dirinya berharap, seluruh generasi muda Rohul bisa terus melestarikannya  hingga anak-cucu, sehingga persatuan tetap kental di masyarakat.

“Saya menghimbau ke masyarakat, agar tetap bersatu dan jangan mudah terprovokasi ‎oleh segelintir orang, yang nantinya hanya merugikan kita semua,” harapnya.

Bahkan suasana kegiatan itu, Plt Bupati, Ketua GOW, Kapolres dan perjabat lainnya, ikut bergoyang, setelah sejumlah kesenian tradisonal dari berbagai etnis ditampilkan. Bukan itu saja, suasana di Taman Kota bertambah meriah. (Adv/Humas)

Hasil GBIB dan IB, Pemkab Rohul Panen Pedet 4127 Ekor

Hasil GBIB dan IB, Pemkab Rohul Panen Pedet 4127 Ekor

Hasil GBIB dan IB, Pemkab Rohul Panen Pedet 4127 Ekor

Rambah Samo (Rokanhulu.com) - Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) siap mendukung Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) yang dicanangkan Pemerintah Pusat. Hal ini dibuktikan dengan panen raya anak sapi (Pedet) hasil program Gertak Berahi Inseminasi Buatan (GBIB) dan Inseminasi Buatan (IB) Reguler.

Panen Raya Pedet yang digelar di Pendopo Desa Rambah Utama, Kecamatan Rambah Samo, Rabu (30/11/2016) dibuka Plt Bupati Rohul H. Sukiman itu dengan mengusung tema “ Melalui Panen Pedet 2016 Kita Sukseskan Program Upsus Siwab di Provinsi Riau “.

Dalam kegiatan tersebut, turut juga dihadiri Sekretaris Direktorat Jendral Perternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementrian Pertania n RI DR.Ir.Riwantoro, Kepala Dinas Pertanian dan perternakan Provinsi Riau Drh Askardia R Patrianov MP, Kapolres Rohul AKBP Yusuf Rahmanto SIK MH, Anggota DPRD Rohul Hj Sumiartini, Kepala Dinas Badan dan Kantor Dilingkungan Pemkab Rohul, serta Jambore IB dari 12 Kabupaten Kota di Provinsi Riau.

Dalam kegiatan panen Raya ini, panitia  juga menggelar  kontes induk dan anak sapi hasil program GBIB dan IB. Layaknya bagai seorang  Pragawati, sapi-sapi hasil Inseminasi ini memancing gelak tawa tamu yang hadir dalam kegiatan tersebut. Dalam kontes sapi ini terdapat  300 ekor pedet dan 300 induk. Jumlah ini  hanyalah sebagian kecil dan hasil GBIB dan IB reguler di Rohul.

Dalam sambutanya Plt Bupati Rohul H.Sukiman mengatakan, kegiatan panen pedet (anak sapi) tahun 2016 merupakan media komunikasi, koordinasi, silaturahmi, serta wujud syukur terhadap suksesnya program Gertak Berahi Insemina si Buatan (GBIB) dan Inseminasi Buatan (IB) Reguler di Kabupaten Rokan Hulu.

"Selain itu, kegiatan Panen Pedet ini juga menjadi sarana mengevaluasi program GBIB dan IB reguler, serta persiapan rohul menyambut upaya khusus sapi indukan wajib Bunting (UPSUS SIWAB) tahun 2017 mendatang". Jelasnya.

GBIB Sendiri merupakan Program Balai Embrio ternak, dalam rangka percepatan populasi ternak. sedangkan IB reguler, merupakan inseminiasi buatan umum yang dilakukan petugas teknis dilapangan tanpa melalui proses singkronisasi hormon sebelumnya.

Menurut Sukiman, Sejak dimulai pada tahun 2015 Jumlah kelahiran anak sapi (Pedet) melalui GBIB dan IB hingga saat ini telah mencapai 4127 ekor anak sapi, terdiri dari 1964 ekor pedet GBIB dan 2163 ekor beraal dari IB, yang siap dijadikan as et ternak pada masa yang akan datang.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jendral Perternakan dan Keseshatan Hewan, Kementrian Pertanian RI DR.Ir. Riwantoro menyatakan pada tahun 2017, pemerintah pusat menargetkan 4 juta sapi menjadi Aseptor program GBIB dan IB reguler dari 4 Juta Sapi Aseptor ini diharapkan dapat menghasilkan 3 juta Pedet (anak sapi).

Riwantoro mengatakan Provinsi Riau saat ini belumlah menjadi Lumbung utama swasembada sapi di indonesia, tetapi dengan potensi yang dimilikinya Porvinsi Riau diyakini bisa melesat dan menyalip daerah lain sebagai  salah satu daerah sentra produksi sapi di indonesia.

" Provinsi Riau saat ini belum menjadi sentra  utama, tapi dengan potensi daerah dan Melihat kinerja lembaga pendukung dan petani perternaknya, sa ya optimis Riau bisa menyalip daerah lainya sebagai salah satu daerah sentra produksi sapi " terangnya.

"Riwantoro juga menilai, Performa  sapi dari program ini  luar biasa dan perlu, untuk itu perlu dilakukan pembinaan lebih lanjut."Pungkasnya. (Adv/Humas)

AdSense

SEO