Rambah Samo (Rokanhulu.com) - Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) siap mendukung Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) yang dicanangkan Pemerintah Pusat. Hal ini dibuktikan dengan panen raya anak sapi (Pedet) hasil program Gertak Berahi Inseminasi Buatan (GBIB) dan Inseminasi Buatan (IB) Reguler.
Panen Raya Pedet yang digelar di Pendopo Desa Rambah Utama, Kecamatan Rambah Samo, Rabu (30/11/2016) dibuka Plt Bupati Rohul H. Sukiman itu dengan mengusung tema â Melalui Panen Pedet 2016 Kita Sukseskan Program Upsus Siwab di Provinsi Riau â.
Dalam kegiatan tersebut, turut juga dihadiri Sekretaris Direktorat Jendral Perternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementrian Pertania n RI DR.Ir.Riwantoro, Kepala Dinas Pertanian dan perternakan Provinsi Riau Drh Askardia R Patrianov MP, Kapolres Rohul AKBP Yusuf Rahmanto SIK MH, Anggota DPRD Rohul Hj Sumiartini, Kepala Dinas Badan dan Kantor Dilingkungan Pemkab Rohul, serta Jambore IB dari 12 Kabupaten Kota di Provinsi Riau.
Dalam kegiatan panen Raya ini, panitia juga menggelar kontes induk dan anak sapi hasil program GBIB dan IB. Layaknya bagai seorang Pragawati, sapi-sapi hasil Inseminasi ini memancing gelak tawa tamu yang hadir dalam kegiatan tersebut. Dalam kontes sapi ini terdapat 300 ekor pedet dan 300 induk. Jumlah ini hanyalah sebagian kecil dan hasil GBIB dan IB reguler di Rohul.
Dalam sambutanya Plt Bupati Rohul H.Sukiman mengatakan, kegiatan panen pedet (anak sapi) tahun 2016 merupakan media komunikasi, koordinasi, silaturahmi, serta wujud syukur terhadap suksesnya program Gertak Berahi Insemina si Buatan (GBIB) dan Inseminasi Buatan (IB) Reguler di Kabupaten Rokan Hulu.
"Selain itu, kegiatan Panen Pedet ini juga menjadi sarana mengevaluasi program GBIB dan IB reguler, serta persiapan rohul menyambut upaya khusus sapi indukan wajib Bunting (UPSUS SIWAB) tahun 2017 mendatang". Jelasnya.
GBIB Sendiri merupakan Program Balai Embrio ternak, dalam rangka percepatan populasi ternak. sedangkan IB reguler, merupakan inseminiasi buatan umum yang dilakukan petugas teknis dilapangan tanpa melalui proses singkronisasi hormon sebelumnya.
Menurut Sukiman, Sejak dimulai pada tahun 2015 Jumlah kelahiran anak sapi (Pedet) melalui GBIB dan IB hingga saat ini telah mencapai 4127 ekor anak sapi, terdiri dari 1964 ekor pedet GBIB dan 2163 ekor beraal dari IB, yang siap dijadikan as et ternak pada masa yang akan datang.
Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jendral Perternakan dan Keseshatan Hewan, Kementrian Pertanian RI DR.Ir. Riwantoro menyatakan pada tahun 2017, pemerintah pusat menargetkan 4 juta sapi menjadi Aseptor program GBIB dan IB reguler dari 4 Juta Sapi Aseptor ini diharapkan dapat menghasilkan 3 juta Pedet (anak sapi).
Riwantoro mengatakan Provinsi Riau saat ini belumlah menjadi Lumbung utama swasembada sapi di indonesia, tetapi dengan potensi yang dimilikinya Porvinsi Riau diyakini bisa melesat dan menyalip daerah lain sebagai salah satu daerah sentra produksi sapi di indonesia.
" Provinsi Riau saat ini belum menjadi sentra utama, tapi dengan potensi daerah dan Melihat kinerja lembaga pendukung dan petani perternaknya, sa ya optimis Riau bisa menyalip daerah lainya sebagai salah satu daerah sentra produksi sapi " terangnya.
"Riwantoro juga menilai, Performa sapi dari program ini luar biasa dan perlu, untuk itu perlu dilakukan pembinaan lebih lanjut."Pungkasnya. (Adv/Humas)
EmoticonEmoticon