Trafic SAPK Padat, Pemberkasan CPNS PTT Menkes Terkendala, 1 Oranag CPNS PTT Menkes Di Rohul Mundur

Trafic SAPK Padat, Pemberkasan CPNS PTT Menkes Terkendala, 1 Oranag CPNS PTT Menkes Di Rohul Mundur

Pasir Pengaraian (Rokanhulu.com) - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul)  terus menggesa proses pemberkasan Pegawai Tidak Tetap (PTT) Kementrian Kesehatan di Rohul yang sudah dinyatakan lulus sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). dari 158 CPNS PTT Menkes yang dinyatakan lulus, seorang diantaranya,  mengundurkan diri.

Kepala BKD Rohul Fajar Sidqi Membenarkan adanya CPNS PTT Menkes yang mundur. CPNS yang mundur berasal dari PTT dokter yang didasari terhadap adanya surat pernytaan memundurkan diri. Namun Fajar enggan menyebutkan, siapa nama CPNS yang dimaksud.

Dikatakanya, Saat ini Proses Pemberkasan CPNS PTT Menkes masih dalam tahap pengentrian data online melalui Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian (SAPK) yang terhubung langsung dengan server BKN. Pemberkasan melalui SAPK ini, merupakan bagian proses penerbitan Nomor Induk Kepegawaian (NIP) bagi CPNS.  

Namun sayang,  entri data SAPK  ini sedikit terkedala akibat padatnya Trafic di server BKN. Itu karena seluruh Indonesia juga melakukan akses untuk entri data CPNS Asal PTT mereka. Namun Demikian Fajar meyakinkan,  BKD Rohul tetap berupaya secara berangsur-angsur menuntaskan Entri data Online CPNS ini.

“Untuk mengeluarkan NIP CPNS PTT Menkes ini, saat ini Kita tengah melaksanakan entri data di SAPK, dari 158 baru sekitar 50-an CPNS yang sudah ter entri” terang fajar Kamis (16/3/2017).

Meski saat ini masih terkendala karena Padatnya Sistem SAPK namun Fajar Sidqi menyatakan Pihaknya mengupayakan/ penegntrian data serta penyerahan usulan ke BKN regional 12  dapat tuntas akhir bulan ini.

“ setelah nanti Usulan online itu cetak, kita akan  usulkan ke BKN regional 12 paling lambat akhir maret 2017 ini” jelasnya.

Sementara terkait penggajian PTT Menkes yang lulus CPNS ini, Fajar menyatakan  sudah berkoordinasi dengan TAPD. Hasilnya, penggajaian 157 CPNS PTT Menkes itu sudah dianggarkan dalam APBD Rohul tahun 2017.

” Cuma kapan akan digaji akan kita koordinasikan kembali, biasanya itu setelah NIP dan Surat Perintah Melaksanakan Tugas  (SPMT) nya keluar” jelasnya.

Fajar Menegaskan seluruh proses Pemberkasan CPNS PTT menkes tidak ada dipungut biaya. Jika ada oknum yang mengutip dana dari CPNS PTT diharapkan segera melapor ke Tim Saber Pungli untuk ditindak tegas.

5 Bidan PTT Bakal diangkat PPPK

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Rohul Drg Grefino Dahilardy meluruskan Informasi terkait  adanya 5 Bidan dari 163 PTT menkes, yang dinyatakan tidak lulus seleksi CPNS.  Menurutnya, dari Informasi Kemenpan RB,  163 PTT Menkes di rohul itu Lulus, tapi 5 PTT yang berasal dari Bidan, tidak bisa diusulkan sebagai CPNS,  karena terbentur usia yang sudah melewati 35 tahun.   

“ tidak ada informasi 5 orang bidan itu tidak lulus, mereka lulus, hanya saja mereka terbentur usia, karena sudah melewati 35 tahun, insya allah mereka masih ada harapan untuk diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)” sebut Grefino yang dihubungi melalui pesan singkat.  

Saat ini,  Jelas Grifino, nasib Ke 5 Bidan PTT Menkes di rohul yang tidak bisa diusulkan Sebagai CPNS, tengah diperjuangkan.  Proses pengangkatan 5 bidan PTT menjadi PPPK, nantinya akan dilakukan sesuai Undang-Undang ASN.

“Kemenpan RB tenggah memproses terbitnya Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara reformasi Birokrasi (PERMENTAN RB) , sebagai dasar hukum Pengangkatan 5 PTT tersebut menjadi PPPK.”pungkas Grifino. (Ar/Rhc)


EmoticonEmoticon