Pasir Pengaraian (Rokanhulu.com) - Bupati Rokan Hulu Drs H Achmad MSi mengatakan, pemerintah daerah merasa bangga dengan keberhasilan dari program pemberdayaan desa yakni Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang saat ini semakin berkembang di 16 kecamatan se Rokan Hulu.
Menurutnya, Rohul sebagai kabupaten pertama di Indonesia tahun 2009 yang desanya telah membentuk BUMdes.Itu sebagai langkah maju dari pemerintah daerah dalam rangka melaksanakan otonomi desa.
ââ BUMDes telah menjadi bagian dari lokomotif penggerak ekonomi masyarakat pedesaan di Rohul.Selain membebaskan masyarakat dari rentenir.Maka itu, kita terus memaksimalkan keberadaan BUMDes yang merupakan perkembangan dari UED-SP.ââungkap Bupati Rohul Drs H Achmad MSi kepada wartawan, Selasa (8/3), usai membuka Musyawarah Besar (Mubes) III Asosiasi Program Pemberdayaan Desa dan Badan Usaha Milik Desa (APPDB) Kabupaten Rohul sekaligus Musyawarah Awal Tahun (MAT) Buku 2015, di aula Convention Hall Masjid Agung Madani Islamic Center (MAMIC) Pasir Pengaraian, Selasa (8/3/2016).
Dalam acara tersebut dihadiri Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Rohul H Abdul Haris SSos MSi, Kordinator Kabupaten (Korkab) BUMDes Rohul Syamzaimar SP MSi, Pengurus APPDB Rohul, Pengurus BUMDes se Rohul.
Bupati Achmad menyebutkan, BUMDes dan UED-SP merupakan pilihan utama ekonomi masyarakat Kabupaten Rohul atau sebagai lembaga mikro keuangan yang telah membantu masyarakat dalam mengembangkan usaha dan membudidayakan perekonomian masyarakat itu sendiri.
Dia menyebutkan, BUMDes di Rohul telah mengurangi angka pengangguran dengan mempekerjakan lebih dari 20.000 karyawan sebagai mengelola BUMdes ini di Rokan Hulu.
ââ Keberadaan Bumdes telah mengurangi pendapatan rentenir lintah darat.BUMDes di Rohul sudah berkiprah dibidang sosial baik itu dibidang musibah kebakaran, kematian, membantu anak yatim dan pembangunan prasarana sosial seperti rumah ibadah, jalan setapak, mendirikan lembaga pendidikan dan berkiprah dibidang perbankan khususnya dibidang perkreditan, bahkan sampai kredit kendaraan bermotorââ ujarnya.
Bupati Achmad menjelaskan, BUMDes suatu lembaga ekonomi yang menjadi ikon Kabupaten Rohul, sebab banyak kabupaten/kota dan provinsi tidak hanya di Sumatera tapi Jawa, Kalimantan melakukan studi banding ke Kabupaten Rohul untuk mempelajari kesuksesan BUMDes.
Diakuinya, BUMDes selain simpan pinjam dan membantu modal usaha masyarakat, mereka tidak mencari keuntungan semata-mata tetapi juga memberi keringanan jika salah satu dari masyarakat yang terdaftar di BUMDes meninggal dunia, maka hutangnya dibebaskan dan menerima sumbangan kematian dari BUMDes sebagai bukti sosial BUMDes terhadap nasabahnya.
Bupati dua periode itu menjelaskan keberadaan Bumdes sangat membantu kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Rokan Hulu, dengan memberikan pinjaman yang tidak menyulitkan masyarakat dan tidak memberatkan masyarakat dalam mengeluarkan keuangannya untuk membayar angsuran dengan suku bunga yang sangat rendah.
Dia menyebutkan dalam pengelolaan BUMDes ini, juga mendapat penghargaan ditingkat nasional bahwa Kabupaten Rohul mendapat penghargaan terbaik tingkat nasional dalam pengelolaan BUMDes tersebut.
Bupati Achmad berharap kepada Pengurus BUMDes, untuk kedepannya lembaga ini lebih eksis lagi terutama seluruh pengurus bisa bekerjasama dengan perbankan lainnya dalam membantu mensejahterakan perekonomian masyarakat sehingga kedepan dapat mengurangi jumlah angka kemiskinan di Kabupaten Rohul. (Adv/Humas)
EmoticonEmoticon