Buka Festival Benteng Tuanku Tambusai, Gubri Harapkan Jadi Event Wisata Tahunan

Buka Festival Benteng Tuanku Tambusai, Gubri Harapkan Jadi Event Wisata Tahunan

Tambusai (Rokanhulu.com) - Gubernur Riau, Ir. H. Arsyad Juliandi Rahman, Ahad (11/12/2016), membuka secara resmi festival Benteng Tuanku Tambusai, di kelurahan Tambusai tengah Kecamatan Tambusai. Festival yang digelar pemerintah Provinsi Riau selama dua hari ini, digelar guna membangkitkan kenangan sejarah terhadap perjuangan tuanku tambusai skaligus  mempromosikan benteng tersebut sebagai salah satu objek wisata sejarah di provinsi Riau.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Asisten II Setdaprov Riau Masperi, Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Rohul Juny Syafri, Kapolres Rohul AKBP Yusuf Rahmanto, Ketua LAMR-Riau Al-Azhar, Anggota DPRD Riau asli Tambusai Syamsurizal, serta sejumlah anggota DPRD Riau dan DPRD Rohul. 

Meski ditengah rintik hujan, Orang nomor satu di riau tersebut, tampak semangat menyaksikan kesenian Khas Rohul seperti Gondang Barogong dan Burdah bersama ratusan masyarakat yang hadir . Selain itu, juga ditampilkan seni puisi dan tarian kolosal yang mengisahkan tentang kepahlawanan tuanku tambusai. 

Dalam sambutanya, Gubernur Riau Arsyad Juliandi Rahman, mengatakan, pemerintah provinsi riau bersama kabupaten kota sejak tahun  2015 sedang giat-giatnya menghidupkan sektor pariwisata berbasis budaya di Provinsi Riau. Dia berharap kegiatan festival benteng tuanku tambusai ini dapat dilakukan secara berkesinambungan serta menjadi event wisata tahunan.

Dijelaskanya, Provinsi Riau memiliki 4 Sungai besar yaitu Sungai Rokan, Kampar, Siak dan Indragiri dimana di 4 sungai besar tersebut dulunya menjadi tempat peradaban masyarakat Riau, yang banyak menyimpan Situs-situs budaya serta tradisi. Benteng tuanku tambusai merupakan cagar Budaya, serta salah satu bukti kongkret tingginya nilai  budaya masyarakat terdahulu sehingga keberadaan dan sejarahnya harus tetap terlestarikan.

"Banyak cagar dan nilai budaya peninggalan yang ditinggalkan orang terdahulu, sehingga menjadi potensi wisata provinsi riau skaligus melestariaknya" ujar Gubri. 

Untuk melastarikan sejarah benteng tuanku tambusai, Pemerintah Provinsi Riau serta DPRD Riau sudah menganggarkan anggaran penelitian zona inti benteng yang dibangun pahlawan nasional tuanku tambusai pada tahun 1832 untuk melawan penjajah belanda tersebut. 

Tidak hanya itu, lanjut Gubri, di Desa talikumain Kecamatan Tambusai, juga akan dibangun Diorama. Fasilitas diorama ini nantinya akan menceritakan bagaimana sesungguhnya perjuangan tuanku tambusai dalam mengusir penjajah belanda,  sehingga membawa para pengunjung seperti berada pada saat perjuangan tuanku tambusai dulu. 

"Mudahan-mudahan tahun 2017, penelitian zona inti benteng yang dilakukan balai cagar budaya batusangkar dapat dilakukan, sehingga kedepanya kita bisa melakukan revitalisasi terhadap benteng tujuh lapis ini" tuturnya.  Dengan upaya yang dilakukan oleh pemerintah seluruh komponen masyarakat, Gubernur Riau optimis benteng tuanku tambusai atau dulunya yang dikenal benteng tujuh lapis atau benteng aur berduri kedepan dapat menjadi  icon wisata di kabupaten rohul serta melengkapi pariwisata relegius yang lebih dulu populer di daerah ini.  "Saya harapan maskyarakat untuk bersama-sama membangun rohul sehingga menjadi daerah tujuan wisata" pungkas Gubri. (Ar/Rhc)


EmoticonEmoticon