Plt Bupati Rohul Dan Pemprov Riau Gelar Sosialisasi Pembebasan Lahan Jaringan Irigasi Interkoneksi OSAKA

Plt Bupati Rohul Dan Pemprov Riau Gelar Sosialisasi Pembebasan Lahan Jaringan Irigasi Interkoneksi OSAKA

Pasir Pengaraian (Rokanhulu.com) - Dalam Rangka Pembangunan Proyek jaringan Interkoneksi Irigasi Okak-Samo-Kaiti (Osaka), Pemerintah Provinsi Riau, bersama Pemkab rohul dan BPN Rohul, Rabu (7/12), gelar sosialisasi pembebasan lahan kepada masayarakat yang terkena dampak Pembangunan Proyek jaringan Interkoneksi Irigasi Okak-Samo-Kaiti (Osaka).

Kegiatan Sosialisasi yang digelar di Aula kantor camat Rambah samo, dibuka Plt Bupati Rohul, H. Sukiman. Hadir dalam sosialisasi tersebut, Kepala B adan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda) Rohul Nifzar Rachman, Kabag Pemerintahan Umum,  Mauridus shafa, Perwakilan Kementrian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat, Perwakilan Balai wilayah sungai Sumatera III , Kasi pendaftaran tanah Badan Pertahanan Negara (BPN) Kabupaten Rokan Hulu, Nasrul Sari, Camat Rambah Samo Fatanalia dan Camat Rambah Arie Gunadi.

Plt Bupati Rohul, H.Sukiman menjelaskan, Pembangunan Jaringan interkoneksi Osaka ini nantinya akan dibangun Sepanjang 9.6 KM, melintasi 4 desa, yaitu Desa Rambah Samo Barat, pasir makmur dan  karya mulya di Kecamatan Rambah samo, serta Desa Suka Maju di Kecamatan Rambah.

Mantan Dandim inhil ini meyakinkan, keberadaan Kanal irigasi ini akan mengatasi persoalan pemenuhan kebutuhan air di 3.246 lahan pertanian yang ada di Rambah dan Rambah samo, yang selama ini terkendala minimnya suplai air.

" Kita sangat mendukung sekali, inikan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat, melalui kanal ini tentunya pertanian disini akan berkembang pesat, selama ini kan itu kendalanya, orang mau bertani tapi airnya tak ada" tuturnya.

Sukiman Berharap, proses pembebasan lahan pembangunan kanal osaka ini dapat tuntas akhir desember nanti, sehingga akhir Desember 2017 kanal interkoneksi Osaka sudah dapat dinikmati masyarakat. ia juga menghimbau masyarakat agar mendukung program ini dengan cara bersedia menyerahkan lahanya untuk di ganti rugi pemerintah.

Ditempat yang sama, Kepala Bapeda Rohul Nifzar Rachman menjelaskan, Pembangunan 9.6 KM jaringan interkoneksi, diperkirakan memakan lahan masyarakat seluas 20 Ha di 4 desa dan 2 Kecamatan. Dari luasan lahan tersebut, 4.8 Ha sdiantaranya udah dibebaskan pemkab Rohul pada tahun 2015. Namun karena terbatasnya anggaran serta aturan,  yang hanya membolehkan pemkab membebaskan lahan dibawah 5 hektare,  pada tahun 2016 lalu, pem kab Rohul  sudah mengusulkan pembebasan lahan tersebut ke pemprov ri au untuk diusulkan ke Kementrian PUPR."Alhamdulilah usulan itu ternyata mendapat respon positif dari Pemprov dan Pemerintah Pusat" imbuhnya.

" Lahan yang akan dibebaskan itu saat ini tinggal 15.2 Ha, seluruh prosesnya saat ini difasilitasi  Provinsi" jelasnya.

Nifzar mengharapkan  setelah sosialisasi ini, Gubernur Riau dapat segera menerbitkan SK Penetapan Lokasi (Penlok) agar tim Apresial dapat segera melaksanakan perhitungan dan pengukuran dengan BPN untuk kemudian  menetapkan besaran harga per persi l lahan yang akan diganti rugi.

Sementara itu, Kabag Pemerintahan Umum, Biro Pemerintahan Setdaprov Riau,  Mauridus shafa menjelaskan, Sosialisasi ini merupakan tahap ke 2 dari tahapan pembebasan lahan. Setelah sosialisasi ini, tim nantinya akan melakukan Konsultasi publik untuk memvalidasi Alashak tanah masyarakat, untuk kemudian dibuat  berita acara kesepakatan antara pemilik lahan, dengan tim persiapan terhadap rencana pembebasan lahan.

"Jika pada tahapan konsultasi publik ini terdapat keberatan mak a akan dilaksanakan konsultasi publik ulang hingga ada kesepakatan, s etelah itu Gubernur akan menerbitkan SK penetapan Lokasi yang akan di Ganti Rugi "imbuhnya.

Lebih lanjut dijelaskanya, dalam proses pembebasan lahan interkoneksi Osaka ini, Pemprov Riau hanya sebagai fasilitasi, sementara  terkait anggaran berasal dari APBN. Sementara besaran Ganti rugi  baru akan dihitung oleh Tim Apresial yang baru akan dilakukan setelah ada SK penetapan Lokasi (Penlok) dari Gubernur Riau.

"Penghitungan harga akan dilakukan tim Apresial, sementara Proses Pelaksanaan ganti Rugi dan pen gukuran lahan akan dilakukan BPN, sementara penyaluran dana ganti Rugi akan dilakukan Bank Riau-Kepri" jelasnya.

Mauridus shafa menargetkan, proses  persiapan Pembebasan lahan yang terkena proyek jaringan irigasi osaka diharapkan tuntas pada  desember hingga januari. Sehingga pelaksanaan pembebasan lahan akan dilakukan pada bulan februari dan April.

" Jika itu berjalan sesuai skejul maka kita harapkan pada bulan Mei 2017, lahan yang sudah dibebaskan tersebut sudah dapat diserahkan ke Pemkab Rohul" pung kasnya. (Adv/Humas)


EmoticonEmoticon