Sekda Rohul Buka Seminar ‎Penanggulangan Kekerasan Terhadap Anak

Sekda Rohul Buka Seminar ‎Penanggulangan Kekerasan Terhadap Anak

Pasir Pengaraian (Rokanhulu.com) - Dalam rangka peringatan hari ibu ke-88, Bahayangkari kabupaten Rokan Hulu (Rohul) bersama  ‎Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Rohul, menggelar seminar pengagulangan kekerasan terhadap perempuan dan anak, di Convention Hall Masjid Agung Nasional Islamic Center Pasir Pengaraian, Senin (19/12/2016).

Pada sambutanya ketua panitia Isabela Desi Wardani Yusup mengakui, seminar ini bertujuan untuk memberikan pemahaman bahwa kekerasan kepada perempuan dan anak merupakan perbuatan yang sangat keji dan bisa di pidanakan. "Jadi jika kita (Perempuan dan anak) menjadi korban kekerasan, segera laporkan kepihak berwenang, jangan takut, karena kita dilindungi," katanya. Dikatakannya, banyak kekerasan yang terjadi terhadap perempuan dan anak, namun si korban sendiri tidak mau melaporkan ke pihak yang berwenang, hal itu disebabkan karna adanya rasa takut dan ancaman dari si pelaku kekerasan. Untuk itulah melalui seminar ini, diharapkan bisa membuka pola pemikiran terhadap perempuan dan anak ‎termasuk kepada pelaku kekerasan. Sehingga ke depan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak bisa menurun.  "Ya memang korban kekerasan masih di dom‎inasi oleh kaum perempuan dan anak, namun tindak kekerasan juga bisa terjadi pada pria," imbuhnya. Ketua Bhayangkari Polres Rohul ini mengakui, penyebab terjadinya tindak kekerasan di dalam keluarga, karna kurangnya komunikasi atau Diskomunikasi, serta tidak pahamnya kewajiban satu sama lain. Dilanjutkanya, jika di dalam keluarga sudah tidak saling menghargai hak dan kewajiban masing-masing, maka kekerasan akan rentan terjadi, yang bisa-bisa berakhir di meja persidangan. "Ya kita cuman bisa memberikan saran, baik sang istri maupun suami, perbanyaklah komunikasi dan saling menghargai, karna dengan begitu maka hubungan akan terjalin dengan baik," imbuhnya. Sementara, Sekretaris daerah Rohul Ir. Damri Harun yang membuka secara langsung seminar tersebut, mengaku sangat mendukung kegiatan ini, terlebih menyangkut kekerasan terhadap perempuan dan anak. Menurutnya , kekerasan yang terjadi ‎di dalam keluarga, masih didominasi dengan faktor Ekonomi. Dimana faktor ekonomi sendiri juga terbagi menjadi dua, yakni ekonomi mapan dan kurang mapan. "Kalau kekerasan itu terjadi sebenernya sumbernya masih masalah ekonomi, kalau mapan dia mungkin jarang pulang kerumah, terjadinya perselingkuhan dan lainya, kalau kurang mapan mungkin banyak beban yang akan dipenuhi," jelasnya. Damri juga meminta, untuk ke depan, sebaiknya pesertanya pria, jangan hanya wanita, karna tindak kekerasan banyak dilakukan oleh pria. "Kita berharap, dengan adanya seminar ini, tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak bisa berkurang bahkan tidak ada lagi," pungkasnya. (Ar/Rhc).


EmoticonEmoticon