Tes Hanya Formalitas, Penetapan Dewan Pendidikan Rohul Bermuatan Politis

Tes Hanya Formalitas, Penetapan Dewan Pendidikan Rohul Bermuatan Politis

Pasir Pengaraian (Rokanhulu.com) - Tokoh pendidikan Rokan Hulu (Rohul) H.Jupendri,S.Pd. M.Pd nilai 11 nama anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Rokan Hulu dan 11 orang cadangan Periode 2017-2021 yang telah ditetapkan PLT Bupati Rohul H. Sukiman pada Kamis 16 Februari 2017 bermuatan politis.

"Nampaknya, wajah anggota dewan pendidikan Rohul terpilih merupakan orang “titipan” pansel, tapi ya sudahlah kita lihat bagaimana kedepan kinerja mereka,” tegas Jupendri kepada awak media,Sabtu (18/2/2017)

Dijelaskan Jupendri, S.Pd. M.Pd, pada saat dirinya mencalon melalui unsur pendidikan non formal di kecamatan Rambah. Namun pada tahap seleksi 29 besar dirinya tak diloloskan oleh panitia seleksi karena tak mendapatkan rekomendasi lembaga tingkat kabupaten. Dia menilai, tes yang dilakukan oleh Pansel anggota Dewan Pendidikan Rpkan Hulu hanya sekedar Formalitas, sementara orang yang akan mengisi jabatan tersebut sudah ditentukan orangnya.
 
“Saya kecewa pada pansel, sebab pada waktu pendaftaran awal dulu tak ada dipersyaratkan bahwa rekomendasi harus dari tingkat kabupaten. Namun ditengah perjalanan panitia membuat perubahan. Jadi Saya tak bisa lolos dalam tahap berikutnya. Pansel tak bekerja profesional,” ungkap Jupendri.
 
Jupendri menilai panitia seleksi sengaja “menjegalnya” untuk tidak bisa menjadi Dewan Pendidikan Rohul. Padahal diakuinya, Ia sangat ingin ikut berperan dalam memajukan dunia pendidikan di Rohul melalui wadah Dewan Pendidikan Rohul. 
 
Demikian juga disampaikan, peserta calon anggota dewan pendidikan Rohul lainnya, Ari Gunawan S. Ia merupakan satu-satunya perwakilan organisasi wartawan lokal di kabupaten Rokan Hulu yang aktif bertugas menjalankan fungsi jurnalistik di Rohul. 
 
“K‎enapa insan pers tidak masuk kedalam anggota dewan pendidikan, apalagi peranan pers sangat besar dalam mendokumentasikan maupun, mempublikasikan kegiatan dewan pendidikan‎,” sebut Ari Gunawan yang merupakan Sekretaris Forum Solidaritas Wartawan Rokan Hulu (FOSWAR).
‎ 
‎”Saya merasa janggal, kenapa insan pers tidak masuk kedalam anggota dewan pendidikan, apalagi peranan pers sangat besar dalam mengemas, mempublikasikan kegiatan dewan pendidikan, seperti kita ketahui pers itu pilar pembangunan ke-4, ada apa ini?,” tanyanya heran. 
 
‎Terang Ari, fungsi Dewan pendidikan yakni menyiapkan sarana dan prasarana untuk kemajuan pendidikan. Jadi insan pers yang sudah direkomendasikan organisasi wartawan lokal, berarti sudah menyiapkan wadah banyak media untuk mengkomunikasikan kegiatan dewan pendidikan. Kok bisa tidak dilibatkan?
 
“Gimana pendidikan mau maju kalu pers tidak dilibatkan,” tandasnya. (Rhc)


EmoticonEmoticon