Pasir Pengaraian (Rokanhulu.com - Kepolisian Resor (Polres) Rokan Hulu (Rohul) kembali mengungkap peredaran, penyalahgunaan dan jual beli pupuk diduga ilegal atau pupuk bersubsidi di wilayah hukumnya.
Pada pengungkapan, Selasa (22/12/15) kemarin, Kepolisian di Rohul mengamankan sekira 265 karung atau sak pupuk ilegal seberat 13.250 kilogram (kg) atau setara 13,2 ton dari sebuah gudang di Simpang Harapan Dusun Kota Bangun, Desa Batang Kumu, Kecamatan Tambusai, Rokan Hulu.
Kapolres Rohul AKBP Pitoyo Agung Yuwono mengungkapkan 13,2 ton pupuk disita Selasa kemarin sekira pukul 04.00 WIB, berkat informasi dari Satuan Intelkam Polres Rohul ke Satuan Reserse Kriminal, bahwa ada bongkar muat atau penjualan pupuk bersubsidi di Simpang Harapan Desa Batang Kumu.
Setelah dilakukan pengecekan oleh anggota Satuan Reskrim Polres Rohul, ditemukan seorang pria terduga penyalahgunaan, penyaluran atau memperjualbelikan pupuk bersubsidi, AHH (28).
Warga Dusun Kota Bangun Desa Batang Kumu, Kecamatan Tambusai ini diamankan polisi karena dinilai melanggar Pasal 30 ayat 3 Permendag nomor 15/M-DAG/PER/4/2013 tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian.
Dari tersangka AHH, polisi mengamankan barang bukti pupuk diduga subsidi sekira 265 sak atau setara 13,2 ton, terdiri 160 sak pupuk bersubsidi jenis NPK Phonska, 88 sak pupuk urea, dan 17 sak pupuk ZA.
"Terduga dan barang bukti langsung dibawa ke Mapolres Rokan Hulu guna penyidikan lebih lanjut," ujar AKBP Pitoyo.
Ia menambahkan bahwa tersangka sudah menjadi target operasi Polres Rohul selama ini. Dari penyelidikan, pelaku diduga sebagai penimbun dan telah menyalahi aturan penyaluran pupuk bersubsidi.
AHH dengan sengaja melakukan penimbunan pupuk bersubsidi di gudang, sementara petani yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi tidak mendapatkan haknya.
AHH, sambung AKBP Pitoyo rencananya akan menjual pupuk diduga ilegal tersebut kepada para petani dengan harga yang tak sesuai dengan harga pupuk bersubsidi. (Hen)
Polres Rohul Amankan 13,2 Ton Pupuk Subsidi Ilegal
Â--
This message has been scanned for viruses and dangerous content by
E.F.A. Project, and is believed to be clean.
EmoticonEmoticon