Antisipasi Paham Radikal, FKUB Rohul Gelar Diskusi Dengan Ormas Islam
PASIRPENGARAIAN -Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Selasa (23/5), gelar diskusi, bersama sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam dan mahasiswa di rokan hulu (Rohul). Diskusi ini bertujuan, menangkis perkembangan radikalisme serta meluruskan stigma radikal, yang kerap disematkan kepada islam. Kegiatan Diskusi tersebut, dibuka Kapolres Rohul AKBP Yusuf Rahmanto, di Hotel Gelora Bakti Pasirpengaraian, serta dihadiri perwakilan beberapa ormas islam, seperti Nahdatul Ulama (NU), Muhamadyah, Salafiah, Front Pembela Islam (FPI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Rohul, mahasiswa yang berasal dari UPP, STKIP Rokhaniah, ISQ dan STAI Tuanku Tambusai.  Dalam Sambutanya, Kapolres Rohul AKBP Yusuf Rahmanto, mengapresiasi digelarnya diskusi ini. Menurutnya, kegiatan ini adalah salah satu cara efektif dalam rangka menangkis berkembangnya paham radikal di negeri seribu suluk. Meski tidak menutup kemungkinan adanya potensi perkembangan Radikalisme di rohul, namun berkat sinergitas bersama, antara tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah daerah dan polri, kerukunan umat beragama di rohul masih tetap terjalin dnegan baik. â potensi berkembangnya radikaliseme itu tetap ada, tapi dengan sinegritas bersama, diharapkan kita bisa mengantispasi,  peran fkub, mui, ormas islam tokoh masyarakat dan  tokoh agama sangat penting, melakukan diskusi supaya kita bisa mengatahui skaligus sosialisasi ke masyarakat tentang pemahanan itu secara utuh.â Tuturnya. Sementara itu, Ketua FKUB Rohul Firdaus KZ, mengatakan, latar belakang di gelarnya diskusi ini, karena Radikalisme, sudah menjadi isu nasional dan sifatnya sensitive merusak persatuand an kesatuan bangsa. Apalagi, isu Radikalisme ini kerap mengait-ngaitkan islam sebagai umat Bergama terbesar di Indonesia. "kita merasa perlu menggelar diskusi ini , sehingga masyarakat mengeri apa itu radikalisme,diharapkan dengan adanya pehaman, masyarakat tidak mudah menillai Dikatakanya, dalam diskusi ini FKUB mengundang Narusmber dari Polres Rohul yang diwakili Kasat Intel Polres Rohul AKP Aditia Reza Syaputra, Kepala Seksi Syariah Kemenag Rohul Martilevi Saleh, dan Dekan Hukum UPP zulkifli SH.Mh. Kepala Seksi Syariah Kemenag Rohul Martilevi Saleh mengatakan, untuk mencegah radikalisme, kementrian Agama menghimbau kepada masyarakat untuk mengedepankan pendekatan lembut (soft approach), dalam melakukan tindakan pencegahan berkembangnya radikalisme di Indonesia. Kerjasama ormas islam dilakukan dengan bekerjsa sama dengan organisasi islam, seperti NU, dan muhamadiyah, persatuan Islam, Sarket Islam, Ponpes dan Ulama. Selain itu pencegahan harus dilakukan dengan pendekatan pembinaan keluarga dengan cara menyusun criteria Keluarga Sakinah. Dia juga menghimbau kepada seluruh tokoh agama, untuk meluruskan pemahaman agma yang sempit, menjadi pemahaman agama yang moderat dan universal. (AR)  Â
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
EmoticonEmoticon