Rambah (Pasir Pengaraian (Rokanhulu.com) - Pelaksanaan musabaqah tilawatil quran (MTQ) tingkat kecamatan se Rokan Hulu, dapat dijadikan momentum bagi masyarakat beragama muslim yang memiliki semangat dan tekad untuk membumikan alquran yang menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari di daerah yang dijuluki negeri seribu suluk.
Pernyataan tersebut diungkapkan Bupati Rokan Hulu H Suparman SSos MSi kepada wartawan, Senin (22/3/2017) malam, usai menutup pelaksanaan MTQ ke XVII tingkat Kecamatan Rambah yang dipusatkan di komplek Masjid Baitan Nur Dusun Saroha Desa Rambah Tengah Barat (RTB).
ââMTQ tingkat kecamatan yang menjadi event tahunan ini, bukan sekedar acara seremonial dan mengejar peringkat. Tapi bagaimana masyarakat mencintai dan semangat untuk membumikan alquran yang tak terpisahkan dalam kehidupan sehari,ââ ujarnya.
Terpantau penutupan acara MTQ ke XVII tingkat Kecamatan Rambah berlangsung meriah dan spesial. Selain dihadiri Bupati Rohul H Suparman SSos MSi, tampak hadir Ketua DPRD Rohul Kelmi Amri SH, Kapolres Rohul AKBP Yusup Rahmanto SIK MH, Ketua Pengadilan Negeri Pasir Pengaraian Sarudi SH.
Camat Rambah Muhammad Franovandi SSTP MSi, Upika Kecamatan Rambah, Kepala Desa dan Lurah beserta perangkatnya serta dihadiri ratusan masyarakat Kecamatan Rambah.
Dalam acara tersebut, Bupati Rohul H Suparman SSos didampingi Forkopimda menyerahkan piala bergilir MTQ Kecamatan Rambah kepada pemenang Juara Umum I MTQ ke XVII Kecamatan Rambah yakni Desa Rambah Tengah Utara. Sementara peraih Juara II Desa Rambah Tengah Hilir dan Juara II Desa RTB.
Bupati Suparman mengaku, sangat merindukan, disaat dirinya masih kecil, sudah menjadi keharusan setiap magrib mengaji. Tapi saat ini, sudah jarang terlihat anak-anak dan remaja yang setiap magrib mengaji.
ââ Malu kalau daerah kita tak terdengar suara mengaji. Momentum MTQ tingkat kecamatan ini, bisa menjadi sebuah kilas balik semua masyarakat yg beragama muslim di Rohul. Agar kedepan, membiasakan budaya malu ini. Jika tidak ada terdengar alquran dirumahnya, dia akan malu,ââ tuturnya.
Tentunya lanjut mantan Ketua DPRD Riau itu, melalui ajakan pendidikan Informal yang ada ditengah masyrakat, dengan melibatkan para ulama dan cerdik pandai, untuk dapat menghidupkan dan meramaikan masjid dengan magrib mengaji maupun dirumah. Sehingga program tersebut akan didukung penuh oleh Pemkab Rohul kedepan, seperti dalam pelaksanaan MTQ ini.
ââ Kita harapkan tokoh masyarakat, Ulama berpartisi membumikam alquan di Rohul. Termasuk didikan Subuh, bagaimana anak-anak dan remaja dilibatkan dalam didikan subuh. Sehingga mempelajari agama, tidak saja melalui jalur formal dan informal. Tapi itu sangat menunjang pendidikan putra dan putri Rohul kedepan,ââ jelasnya.
Suparman menegaskan, MTQ tingkat kecamatan sudah menjadi tradisi yang sudah mengakar di kabupaten Rohul. Ada sebuah kondisi, dimana pelaksanaan MTQ ini menggelora dari arus bawah, sehingga terlihat semarak dengan adanya partisipasi masyarakat yang antusias dalam mensukseskan MTQ tingkat Kecamatan Rambah ini.
Dia memberikan apresiasi, melihat antusias masyarakat dalam mensukseskan pelaksanaan MTQ tingkat Kecamatan Rambah ini, karena tidak ada bantuan dari pemerintah daerah. Tetapi biaya yang dikeluarkan selama MTQ murni dari swadaya masyarakat.
ââ Ini membuktikan, masyarakat siap berpartisipasi dalam mengisi pembangunan dibidang agama. Kalau ada yang mengatakan pelaksanaan MTQ ajang proses seremonial, saya katakana itu keliru, karena daerah kami negeri seribu suluk, yang identik dengan pemahaman alquran yang dipahami secara mendalam melalui ibadah suluk,ââ katanya. (Adv/Humas)
EmoticonEmoticon