Tanpa Dikawal Satpol PP, Suparman Tertibkan Sendiri Pedagang Di Islamic Center Melalui Metode Dialog

Tanpa Dikawal Satpol PP, Suparman Tertibkan Sendiri Pedagang Di Islamic Center Melalui Metode Dialog

Pasir Pengaraian (Rokanhulu.com) - Maraknya Pedagang yang berjualan di seputaran masjid Agung Madani Islamic Center Pasirpengaraian dianggap telah menanggu keindahan dan kenyamanan masjid  yang kini sudah dikenal hingga ke penjuru dunia.   Untuk itu, Bupati Rohul H. Suparman, bertindak tegas dengan menertibkan seluruh pedagang dan memindahkanya keluar masjid.

Keputusan Suparman melarang pedagang berdagang di kawasan islamic center  ditandai dengan keluarnya surat bupati rohul nomor 451.2/KESRA-UM/ 62.08 tertanggal 22 Mei 2017.  Dalam surat itu,  pemerintah menganggap keberadaan pedagang sudah menyalahi site plan islamic center yang sudah ada,  apalagi merusak keindahanya karena pedagang kaki lima berjualan disana sini. 

Meski Tegas, Suparman tetap mengedepankan cara persuasive serta tidak menggusur paksa, tetapi lebih mengedepankan cara cara dialog. 

"saya minta Satpol PP pergi dulu,  tinggalkan saya sendiri,  saya ingin berdiskusi langsung dengan para pedagang" kata suparman Rabu (24/5/2017).

Dalam diskusi tersebut, Suparman menjelaskan, bahwa dirinya sudah banyak mendapatkan laporan dari masyarakat, baik yang berasal dari luar ataupun warga lokal yang prihatin melihat kondisi masjid yang kotor akibat keberadaan pedagang dikawasan islamic center. 

"kan malu kita,  masjid kita ini kan sudah jadi kebanggaan kita,  jika masjid ini sepi karna kotor, kan bapak dan ibu juga yang  rugi tak ada yang beli"

“ ada yang bilang katanya lahan ini belum diganti rugi, jika merasa demikian silahkan gugat pemda ke pengadilan, jika memang terbukti pemda akan bayar ganti ruginya, karena lahan ini sangat dibutuhkan untuk pengembangan” sebutnya.

Sebagai solusi, Suparman Menawarkan kepada para pedagang yang berjumlah 108 pedagang untuk pidah di Komplek Rantau baih. Karena daerah itu kedepanya akan dijadikan sebagai tempat perhentian bus.  

“ kedepan kita juga rencanankan bangun jembatan penyebranagan orang, dari rantau baih menuju Islamic, jadi pengunjung sebelum ke Islamic mereka lewat rantau baih dulu untuk belanja oleh-oleh” jelasnya.

Suparman juga merencanakan membantu permodalan usaha bagi para pedagang dimana dalam modal usaha itu setengahnya akan dibantu pemerintah daerah dan setengahnya lagi kredit lunak melalui BPR Rohul.

Dalam Dialog tersebut, Pedagang menyatakan bersedia pindah asalkan Pemrintah adil kepada pedagang, dengan tidak memperbolehkan pedagang lain berjualan di kawasan Islamic center. Pasalnya mereka selama ini merasa kecewa, karena selama ini diperlakukan tidak adil oleh oknum pengurus Islamic center yang juga berdagang didalam masjid.

"ada pengurus yang bilang pada rombongan wisatawan, kalau mau beli makanan harus melalui mereka, itu kan mematkan usaha kami” keluh salah seorang pedagang.

Menjawab hal itu, suparman memastikan akan menertibkanya,  baginya tidak ada anak tiri dan anak kandung  Semua nya sama. Aturan ini akan berlaku bagi seluruh pedagang, baik yang mamaki kendaraan atau asongan, dilarang berjualan di Islamic center, dan hanya boleh berjualan di luar kawasan masjid.

Mendengar solusi dari Bupati Suparman itu, para pedagang menerima dan bersedia pindah. Namun pedagang meminta waktu hingga hari minggu dan memastikan hari senin, seluruh lapak yang berdiri di kawasan Islamic center sudah bersih. (Ar/Rhc)


EmoticonEmoticon