Korban Banjir Keluhkan Kerusakan Dokumen Penting

Korban Banjir Keluhkan Kerusakan Dokumen Penting

Rokan IV Koto (Rokanhulu.com) - Kendati banjir sudah mulai surut, namun puing-puing banjir  masih menyisakan kesedihan bagi ribuan korban banjir di kelurahan Rokan IV Koto, kecamatan Rokan IV koto, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul)
Pasalnya, surat-surat  berharga milik warga seperti  seperti ijazah, surat tanah, akte kelahiran dan berbagai surat berharga milik warga kini kondisinya  rusak akibat direndam air Bah. Kerusakan  dokumen yang paling  banyak dikelurhkan warga adalah Ijazah. Umumnya, dokumen-dokumen yang rusak tersebut, tidak sempat di selamatkan karena kondisi banjir yang datang secara tiba-tiba atau letak dokumen tersebut terpencar sehingga tidak sempat diselamatkan. Seperti yang di akui Salah seorang Warga,  Kelurahan Rokan IV Koto yang rumahnya terendam banjir Zulaikah kepada wartawan Kamis (11/2/2016). Zulaikah mengaku, Ijazah anaknya yang paling sulung rusak. Selain ijazah Zulaikah juga mengeluhkan kerusakan surat penting lain seperti  akta kelahiran, akta keluarga dan beberapa dokumen penting lain,  akibat terendam banjir. " Ijazah, Buku nikah, akta kelahiran, dan  juga ijazah serta STTB anak saya rusak terendam banjir, saya bingung mau ngurus kemana   " ujar wanita yang sudah berstatus janda itu' Lebih Lanjut, Zulaikahmencetitakan,  banjir yang terjadi pada Minggu malam, terjadi secara tiba-tiba Saat itu keluarganya tengah tidur. " Ketika terbangun, air ternyata sudah  mencapai se- betis saya, jadi Tak sempat menyelamatkan dokumen penting,  karena air datangnya  mendadak" cerita Zulaikah katanya. Zulaikah mengatakan, banjir yang terjadi tahun ini  merupakan banjir yang terbesar yang melanda kelurahan rokan IV Koto.  Hal ini tentu menimbulkan duka yang mendalam, sehingga dalam sepekan ini ia bersama korban banjir lainnya masih melakukan bersih-bersih di lingkungan rumah masing-masing. Selain surat penting, anak-anaknyahingga kini dapat pergi ke sekolah, karena pakaian, dan peralatan sekolah lainnya juga hilang meskipun ada juga yang basah. "Bagaimana mau sekolah, pakaian dan buku anak saya rusak terendam  Pak," sebut Zulaikah. Warga berharap, pemerintah daerah dapat mencarikan solusi terkait banyaknya dokumen penting mereka  yang rusak, sehingga saat diperlukan dokumen-dokumen tersebut dapat dipergunakan. (AR)


EmoticonEmoticon