Rambah Hilir (Rokanhulu.com)Â - Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) di Desa Rantau Sakti, Kecamatan Tambusai Utara di nilai berhasil. Karena, PLTBg yang menjadi Pilot Project atau percontohan di Indonesia yang berkapasitas 1 Mega Watt (MW) itu terbukti mampu menerangi sekitar 1.870 rumah di Desa Rantau Sakti dan dua desa tetangga, yakni Rantau Kasai dan Desa Mahato Sakti, dengan memanfaat dan menggunakan limbah cair pabrik kelapa sawit atau POME dari PT Arya Rama Prakasa.
Untuk mengikuti jejak langkah PT. Arya Rama Prakarsa yang sukses dalam pengelolaan limbah cair pabrik kelapa sawit yang ada gas methan menjadi energi listrik, PT. Indomakmur Sawit Berjaya (PT.ISB) anak perusahaan dari Musim Mas Group itu berencana akan membangun Biogas Plant ( Atau lebih dikenal dengan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas atau PLTBg ) dengan kapasitas 2 MW.
Sebagai tahap awal untuk merealisasikan proyek tersebut, PT. ISB sudah menggelar acara Stakeholder Konsultasi Rencana Pembangunan Biogas Plant, Kamis (28/5/2015) lalu, dengan mengundang pemangku kepentingan, pemerintah, Kepala Desa dan tokoh masyarakat sebagai tahap sosialisasi.
Tahun 2016 ini, progres pembangunan Biogas Plant saat ini dalam tahap pembangunan basic konstruktif oleh kontraktor di area PT. ISB.
Hal itu disampaikan Askep Humas PT. ISB Ismail Hasibuan, SH saat di temui dikantornya (PT. ISB) di Dusun Surau Tinggi, Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir, Kamis (18/2/2016).
Mantan Humas PT. Maju Aneka Sawit Kalimantan ini menambahkan, sebelumnya, PLN Pasir Pengaraian sudah meninjau di area PT. ISB untuk perencanaan pemasangan titik jaringan listrik di area PT. ISB.
Ketika ditanya target realisasi pembangunan Biogas Plant, Ismail mengatakan, untuk tahap bangunannya selesai pada tahun ini dan diperkirakan tahun 2017 mendatang sudah bisa beroperasi.
" kalau untuk bangunanya mungkin siap tahun ini, tapi kalau untuk operasinya siap tahun depan " kata Ismail.
Jika tuntas pembangunan Biogas Plant dikerjakan, Ismail mengungkapkan akan bekerjasama dengan PLN untuk pemasangan jaringan, kabel dan travo untuk mengkoneksikan listrik kedesa-desa.
" jadi kalau nanti bangunan sudah terbangun, akan kita lakukan kerjasamakan dengan PLN, artinya PLN lah yang menyalurkan listrik ke desa-desa yang mungkin saat ini belum teraliri listrik " ungkap Ismail.
Ismail menambahkan, jika sudah terjalin kerjasama dengan pihak PLN, maka PLN akan memberikan gantinya dengan sejumlah nominal uang ke PT. ISB, tergantung kontrak yang ditandatangi bersama, dimulai dari pembangunan tiang listrik, kabel dan travo, semuanya itu pihak PLN yang menyediakannya.
Ismail berharap pembangunan Biogas Plant di PT. ISB Surau Tinggi dapat bermanfaat dan membantu masyarakat yang belum teraliri listrik dan dapat membantu Pemerintah dalam mengatasi kekurangan energi listrik.
Untuk diketahui, Program pembangunan Biogas Plant ini sebenarnya sudah sukses diterapkan dibeberapa perusahaan di bawah Management Musimas Group, Seperti Kalimantan Tengah (Kab. Waringin Timur), (Riau ( Pelalawan, Inhil, Rohul ), Sumatra Barat ( Kab. Pasaman Barat), Sumatra Selatan ( Banyuasin). (Hen)
1 comments:
asslamu'alaikum, mau nanya...
bagaimana saya bisa menghubungi pihak terkait untuk informasi lebih lanjut? kebetulan saya sedang melakukan penelitian tentang POME juga. trimakasih.
EmoticonEmoticon