Pasir Pengaraian (Rokanhulu.com) - Ketua DPRD Kabupaten Rokan Hulu,  Kelmi Amri SH,  mengingatkan seluruh SKPD di Lingkungan Pemkab Rohul, agar tidak melakukan penambahan tenaga honor. Pasalnya ditengah gelombang perumahan tenaga honor, yang dilakukan kabupaten kota saat ini, Kabupaten Rokan Hulu masih arif dan bijaksana untuk tidak mengambil langkah serupa.
Pernyataan tersebut disampaikan Kelmi Amri SH, Selasa (17/1/2017) di Pasir Pengaraian, menanggapi adanya sejumlah SKPD yang kembali mengusulkan tenaga honor dalam KUA-PPAS 2017.
Dijelaskanya, Ditengah Gelombang Perumahan tenaga Honorer yang dilakukan sejumlah  Kabupaten/Kota Di Provinsi Riau,  Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, Bersama DPRD masih arif dan bijaksana Ttdak merumahkan tenaga Honornya Meski ditengah defisit anggaran daerah. Meski demikian, lanjutnya, sejumlah SKPD tampaknya tidak menghiraukan kondisi tersebut dan tetap mengajukan penambahan tenaga honor dalam APBD 2017.
" Saya minta kepada SKPD Aagar tidak macam-macam soal penambahan tenaga honor Ini, DPRD Rohul tidak  akan mengakomodir penambahan tenaga tekhnis kantor ini dan akan tetap mengacu pada data  tahun 2015 dan 2016â tegasnya
Lebih jauh di jelaskanya, jumlah tenaga honor berdasarkan data tahun 2016  mencapai 3.400 orang. Jumlah tersebut menurutnya sudah membebani APBD Rokan Hulu ditengah  kondisi anggaran daerah yang tidak menentu.
Kelmi menegaskan, Jika SKPD tetap bersikeras menambah tenaga honor, DPRD Rohul tidak bertanggung jawab, jika terjadi persoalan di kemudian hari.
" kita minta kepada kepala daerah untuk berkomitmen tidak lagi menambah tenaga honorer, karena beban APBD Rohul sudah tidak sanggup lagi membiyai tenaga honor.â pungkasnya. (Ar/Rhc)
EmoticonEmoticon