Pasir Pengaraian (Rokanhulu.com) - Plt Bupati Rokan Hulu H Sukiman menyebutkan, tahun ini menjadi motivasi untuk kebangkitan dan kemajuan Badan Usaha Milik (BUM) Desa dan Badan Usaha Ekonomi Kelurahan (BUEK) yang tersebar di 16 kecamatan se Rokan Hulu.
Mengingat desa dan kelurahan yang ada di Rokan Hulu saat ini telah terbentuk badan usaha desa yang dijadikan sebagai penggerak prekonomian masyarakat di pedesaan. Pemerintah daerah merasa bangga dengan keberhasilan dan perkembangan BUM Desa dan BUEK yang ada di Rohul. Menurut Sukiman, Rohul sebagai kabupaten pertama di Indonesia tahun 2009 yang desanya telah membentuk BUM Desa yang saat ini seluruh desa dan kelurahan telah terbentuk badan usaha desa dalam rangka melaksanakan otonomi desa.
ââ Saya harapkan tahun ini merupakan bangkit dan semakin majunya BUM Desa dan BUEK yang telah menjadi bagian dari lokomotif penggerak ekonomi masyarakat pedesaan di Rohul. Bagi pendamping Kecamatan Korkab BUM Desa dan Dinas PMPD Rohul, agar dorongan dan memotivasi kepada pengelola BUM Desa dan BUEK untuk mengembangkan usaha baru, diluar usaha yang ada sekarang,ââ ungkap Plt Bupati Rohul H Sukiman saat membuka Musyawarah Akhir Tahun Tutup Buku 2016 sekaligus Musyawarah Besar Asosiasi Program Pemberdayaan Desa dan BUM Desa Rohul, Selasa (10/1/2017) di Convention Hall Islamic Center Pasir Pengaraian.
Turut hadir Ketua DPRD Rohul Kelmi Amri SH, Kajari Pasirpengaraian Syafiruddin SH MH, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa Rohul H Abdul Haris SSos MSi, Korkab BUM Desa Rohul Ir H Hasan Basri Rais, para kepala desa, Kepala BUM Desa dan BUEK se Rohul.
Dijelaskannya, keberadaan 141 BUM Desa dan 6 BUEK yang tersebar 16 kecamatan se Rohul, setelah dilakukan evaluasi tahun 2016, 50 persen dari jumlah BUMDes itu berprestasi, namun masih ada BUM Desa yang perlu penanganan khusus yakni 31 BUM Desa, karena dinilai pengelola sulit dalam mengembangan modal usaha.
ââ Saya minta para Kades selaku komisaris BuM desa, lebih peduli dalam memajukan BUMD Desa. Jika ada persoalan yang dialami pengelola BUMDesa, agar Kades proaktif dalam mencarikan solusi. Kita harapkan keberadaan BUM Desa dan BUEK dapat mengurangi angka kemiskinan dan pengguran, mengingat lembaga mikro itu sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat di pedesaan,ââ tuturnya
Sukiman mengatakan, dari data yang ada, rata-rata pengembalian pinjaman nasabah BUM Desa dan BUEK sekitar 96,5 persen. Namun sisanya nasabah yang mengalami tunggakan di BUM Desa, agar kades proaktif, dengan menghimbau masyarakat atau nasabah segera menyelesaikan tunggakan tersebut, mesti nilainya tak signifikan, tapi dana tersebut dapat digulirkan ke masyarakat lain yang membutuhkan modal usaha.
ââ Kepada petugas pendamping kecamatan se Rohul, agar mendoronga BUM Desa dan BUEK mencari peluang-peuang usaha baru, selain usaha simpan pinjam. Dengan adanya peluang usaha, akan memberikan dampak keuntungan atau laba bagi lembaga mikro ekonomi di desa,ââ katanya
Mantan Dandim Inhil itu menegaskan, BUM Desa yang system pengelolaan keuangannya meningkat dan baik, mereka akan bisa mendapatkan tambahan modal usaha dari dana desa. ââPemerintah daerah memberikan apresiasi, saat ini pengelolaan BUM Desa yang ada, Rohul masih menjadi daerah tujuan bagi kabupaten/kota dan Provinsi di Indonesia untuk belajar dan studi banding terhadap keberadaan lembaga Mikro ekonomi pedesaan yang ada,ââ sebutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa Rohul H Abdul Haris SSos MSi kepada wartawan, Selasa (10/1/2017) menjelaskan, dalam musyawarah akhir tahun tutup buku 2016 BUM Desa, justru terjadi peningkatan aset BUM Desa, dengan tingkat pengembalian 96,5 persen.
Selain itu, peredaran uang atau dana BUM Desa dan BUEK yang bergulir dan dimamfaatkan masyarakat Rokan Hulu terhitung tahun 2009 sampai 2016 sudah mencapai Rp525 miliar, dengan pemamfaat atau nasabah sekitar 25 ribu orang. (Adv/Humas)
EmoticonEmoticon