Harga Karet Makin Anjlok, Petani Karet Di Rohul Belum Rasakan Kebijakan Normalisasi Dari Pemda

Harga Karet Makin Anjlok, Petani Karet Di Rohul Belum Rasakan Kebijakan Normalisasi Dari Pemda

Pasir Pengaraian (Rokanhulu.com) - Upaya pemerintah daerah untuk menjaga kestabilan harga jual karet petani dengan mengeluarkan kebijakan normalisasi harga karet petani, hingga saat ini langkah-langkah yang dilakukan Satuan Kerja (Satker) terkait belum dirasakan dampaknya pada petani.

Pasalnya harga jual karet petani dalam enam bulan terakhir masih anjlok atau dibawah dari harga standar. Kondisi ini, petani sangat menginginkan kebijakan yang diambil pemerintah daerah untuk menstabilkan harga jual karet petani benar-benar diterapkan.

Harapan itu disampaikan salah seorang Petani Karet Desa Rambah Tengah Utara Edy kepada wartawan, Senin (16/11/2015), terkait anjloknya harga jual karet petani di Rokan Hulu.

‘’ Petani menunggu action dari Pemkab Rohul untuk meningkatkan kualitas hasil produksi karet petani dan menormalkan harga jual karet. Karena penurunan harga jual karet saat ini sangat dikeluhkan petani, terutama di tengah melambungnya harga jual barang kebutuhan sehari-hari saat ini,’’ujarnya.

Pria beranak dua itu mengaku, sulitnya perekonomian para petani, akibat anjloknya harga jual karet yang dibeli oleh tauke. Petani sendiri tidak tau penyebab turunnya harga jual karet.

Terlebih lagi dengan memasuki musim penghujan yang terjadi saat ini, lanjutnya, petani tidak bisa menderes karetnya. Karena pohon karet yang dideres, getahnya itu akan habis dibawa air hujan.

’’ Kita minta pemerintah daerah dapat mencari solusi untuk menjaga stabilitas harga, sehingga penurunan harga karet tidak terlalu membebani perekonomian para petani,’’tuturnya

Dia mengaku, perhatian pemerintah terhadap petani karet sangat kurang, dibandingkan dengan petani sawit yang harga jual tandan buah segar (TBS) ditetapkan berdasarkan Peraturan Gubernur Riau.

’’ Belum ada tindakan pemerintah untuk menetralisir harga karet ditingkat petani, kondisinya sudah sangat parah sekarang ini. Belum lagi kebutuhan anak sekolah dan rumah tangga yang harus dipenuhi.’’tuturnya.

Dijelaskannya, hasil kebun karet miliknya yang luasnya hanya 2 hektar itu, merupakan satu-satunya usaha yang menopang kehidupan anak dan keluarganya.Disaat harga jual karet normal dapat mencukupi biaya hidup dan sekolah anak.Tapi dengan harga jual yang anjlok, dirinya mengeluh tidak bisa memenuhi apa yang menjadi kebutuhan keluarganya.

Edy menambahkan, harga jual karet yang dibeli tauke, sekitar Rp5.500 per kilogram, sedangkan harga jual karet yang dijual ke kelompok tani seharga Rp6.500 per kilogram.’’Pada tahun ini, harga jual karet masih dibawah harga Rp10 ribu.Ya kita harapkan harga jual karet petani kedepan bisa mencapai belasan ribu perkilogram,’’sebutnya. (Hen)


--
This message has been scanned for viruses and dangerous content by
E.F.A. Project, and is believed to be clean.


EmoticonEmoticon