| Pasir Pengaraian (Rokanhulu.com) - Sejarah mencatat bahwa Madrasah dan Pondok Pesantren memiliki peran vital dan strategis dalam mensukseskan pembangunan nasional. Bukan hanya itu, dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan pun, madrasah dan pondok pesantren, melalui Kyai dan santrinya, memegang andil yang sangat besar. Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, ketika memberikan sambutan pengarahan dalam acara Sinkronisasi dan Evaluasi Pendidikan Keagamaan di lingkungan Kantor Kemenag Kab Rohul, Rabu (25/11/2015) di hotel Gelora, Kota Pasir Pengaraian, yang diikuti 40 pimpinan madrasah dan Ponpes se Rohul. Dikatakannya, sejak Indonesia belum merdeka sampai dengan saat ini, peran para Kyai, Pimpinan Madrasah, dan termasuk para santri, sangat besar dan sangat menentukan jalannya sejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Peristiwa 10 Nopember yang dikenal sebagai hari pahlawan nasional, pemain utamanya adalah Kyai dan santri. "Siapapun orangnya, asalkan jujur dan mengetahui sejarah perjalanan bangsa ini, maka dia akan mengakui secara jujur, betapa besarnya peran madrasah dan Pondok Pesantren dalam perjuangan bangsa ini," tegasnya. Ahmad Supardi Hasibuan yang mantan Kepala Humas dan Perencanaan Kanwil Kemenag Prov Riau ini mengatakan, bahwa peran madrasah dan Ponpes ke depan masih sangat penting dan strategis, sebab sistem pendidikan madrasah dan ponpes adalah sistem pendidikan yang relevan pada masa dahulu, relevan masa kini, dan relevan pada masa yang akan datang. Menurutnya, pola kemandirian, belajar mandiri dan menyelesaikan persoalan sendiri, serta penguasaan akan ilmu agama yang mumpuni, adalah kebutuhan real yang dihadapi oleh generasi muda. "Generasi muda yang mandiri, mampu menghadapi tantangan masa depan yang penuh harapan dan tantangan adalah generadi muda yang lahir dari rahim madradah dan Ponpes," tegas Ahmad Supardi, Yang baru saja meraih gelar juara umum MTQ Tingkat Prov Riau tiga tahun berturut turut. Ahmad Supardi yang juga Ketua Harian LPTQ Rohul ini, berharap agar madrasah dan Ponpes menjadikan dirinya sebagai kantong kantong pembibitan LPTQ untuk dipasarkan pada setiap ajang MTQ yang dilaksanakan setiap tahun secara berjenjang, mulai dari tingkat desa/kelurahan sampai dengan tingkat nasional dan bahkan tingkat internasional. (Hen) |
--
This message has been scanned for viruses and dangerous content by
E.F.A. Project, and is believed to be clean.
EmoticonEmoticon