Kadisosnakertrans Rohul Pastikan Program BBR di Rohul Berjalan Dengan Baik

Kadisosnakertrans Rohul Pastikan Program BBR di Rohul Berjalan Dengan Baik

Pasir Pengaraian (Rokanhulu.com) - Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisosnakertrans) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Hery Islamy memastikan program dari Kementerian Sosial (Kemnsos) RI Bahan Bangunan Rumah (BBR) untuk relokasi bencana alam berjalan dengan seoptimal mungkin. "Hal bisa kita pastikan dari 170 unit, merupakan bantuan dari Kemensos RI, sebelumnya sudah secara administrasi  dinyatakan layak penemapatannya di tiga desa yaitu  Rambah Hilir Timur 26 unit, usulan tahun depan, Sungai Dua Indah 50 unit, usulan berikutnya 70 unit, Serombo Indah 100 unit, usulan tahun 2016 mendatang 50 unit lagi," papar Hery Islamy di ruang kerjanya, Kamis (12/11/2015). Lanjutnya, secara keseluruhan usulan untuk tahun 2016 mendatang sebanyak 350 unit se Kabupaten Rohul,  hal itu sudah dilakukan evaluasi dan verifikasi dari Kemensos RI terhadap usulan tersebut. "Perlu dikatehui  untuk satu unit rumah dikenakan biaya 22 juta  per unit, namun dengan kondisinya saat dan gambar yang telah kita rancang, ternyata bisa dihemat menjadi Rp 20 juta perunit," jelas Hery Islamy Mantan Kadiskoperindag Rohul tersebut. Diterangkannya, pola pekerjaannya dilakukan sistem gotong-royong, sedangkan uang yang bernilai Rp 20 juta itu digunakan untuk membeli bahan bangunan rumah. "Sedangkan pekerjaannya dilakukan secara bersama-sama dengan sistem gotong-royong atau per kelompok," imbuhnya. Sambung, Heri lagi, untuk itu perlu diketahui kalau di Provinsi Riau, hanya Kabupaten Rohul yang merupakan satu-satunya kabupaten/kabupaten kota  yang mendapat program BBR tersebut atau relokasi rumah rawan banjir. "Saya bisa pastikan semuanya dalam kondisi aman dan berjalan dengan efektif, sebab  turun langsung kelapangan dalam setiap per dua minggu untuk memantau perkembangannya.  Tapi pengawas setiap hari kelapangan, melakukan pengawasan secara bergantian dari tiga tempat atau tiga desa, termasuk  ada atau tidaknya material, termasuk stok material juga harus benar-benar terpantau," terangnya. Tambahnya, itu ddibentuk dalam bentuk kelopok satu kelompok itu  beranggota 10 orang, kemudian menyangkut dana 20 juta itu langsung ditransper pihak Kemensoso RI kerekening masing kelompok atau  masing-masing kepala keluarga. "Kita berharap program bisa membantu masyarakat selama ini terendam banjir dengan adanya kebijakan pusat, kita sayang bersykur, mudah-mudahan ini berjalan sukses dan tahun tidak ada kendala kemudian kembali dikucurkan ke kabupaten kita ini," tutupnya. (Ar)

--
This message has been scanned for viruses and dangerous content by
E.F.A. Project, and is believed to be clean.


EmoticonEmoticon