Pasir Pengaraian (Rokanhulu.com) -Â Kaum perempuan di Pasir Pengaraian, Rokan Hulu (Rohul) resah dengan ulah jambret yang masih berusia di bawah umur. Seperti dialami Meri, Rabu (14/10/2015) malam sekira pukul 21.00 WIB. Warga Desa Pematang Berangan, Kecamatan Rambah ini mengakui sempat jadi korban jambret dilakukan dua anak di bawah umur mengendarai sepeda motor Honda Beat warna putih tanpa nomor polisi. Kejadian tak terduga terjadi di u-turn dekat Bank Mandiri Pasir Putih. Sepulang belanja, anak Meri bernama Dinda, yang dibonceng di tengah memegang android Lenovo. Sedangkan adiknya adiknya Helen dibonceng paling belakang. Saat akan membelok di u-turn, sebuah Honda Beat tanpa nomor polisi dikendarai dua anak di bawah umur memepet dan langsung menyambar android yang dipegang anaknya. "Namun handphone itu bisa direbut lagi adikku (Helen). Kami sempat mengejarnya sampai jembatan Batang Lubuh dua, tapi mereka menghilang," ungkap Meri dan mengakui kejadian itu tak dilaporkan ke polisi. Atas kejadian itu, Meri berharap pihak Kepolisian melakukan patroli rutin. Ia menduga, para pelaku yang masih berusia anak seusia SMP, merupakan anak-anak yang kerap nongkrong di sekitaran areal perkantoran Pemkab Rohul. Kapolres Sarankan Tak Pakai Barang Mencolok Dikonfirmasi terpisah, Kepala Polres Rohul AKBP Pitoyo Agung Yuwono mengimbau warga tidak membawa barang-barang mencolok saat berkendara, terutama berkendara sepeda motor. "Kalau bisa jangan nampak kalau membawa barang berharga, seperti perhiasan. Simpan dibalik baju atau balik jaket," imbaunya. AKBP Pitoyo menyarankan warga segera melapor ke Polisi terdekat jika ada potensi-potensi gangguan, sehingga polisi cepat bertindak dan mengambil langkah, serta merubah sistem patroli. (Hen)
--
This message has been scanned for viruses and dangerous content by
E.F.A. Project, and is believed to be clean.
EmoticonEmoticon