Canangkan Hari Santri Nasional Achmad Minta Jadikan Momentum untuk Bangun Pondok Pesantren untuk Lebih Eksis Dan Membumi

Canangkan Hari Santri Nasional Achmad Minta Jadikan Momentum untuk Bangun Pondok Pesantren untuk Lebih Eksis Dan Membumi

PASIRPENGARAIAN- Pencanagan Hari Santri Nasional yang jatuh pada hari ini Kamis (23/10), tak hanya di Canangkan oleh Presiden Jokowidodo di Masjid Istiqlal jakarta. Sebagai bentuk dukungan terhadap pencanangan, Hari Santri Nasional tersebut, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu juga ikut mencanangkan sebagai bentuk harapan untuk perkembangan pondok pesantren, yang lebih eksis serta membumi di masa depan. Pencanangan Hari Santri Nasional di Kabupaten Rokan hulu ini digelar di Komplek Pondok Pesantren Khalid Bin Walid, Desa pematang Berangan Kecamatan Rambah ini dihadiri Kantor Wilayah kementrian Agama Riau Tarmizi Tohor, Kepala Kantor Kementrin Agama Rohul Achmad supardi, Kepala Kantor urusan agama se- Rohul, pendiri dan pengurus pondok pesantren dan para santri dan pondok pesantren yang ada di Rohul. Turut hadir dalam pencanangan tersebut, Anggota DPRD Riau yang juga ketua TP-PKK Rohul Hj.Maghdalisni Achmad, anggota DPRD Rohul Baihaqi Ad-dhuha LC.MA, serta Kepala Dinas Badan Dan Kantor di Lingkungan Pemkab Rohul. Dalam Sambutanya, Bupati Rohul Drs.H.Achmad Msi, menyatakan bahwa Pondok Pesantren tidak bisa dilepaskan dari kehidupan berbangsa dan bernegara, sebab, kemerdekaan yang di raih bangsa ini juga di dapatkan dari perjuangan para pejuang yang berasal dari pesantren. Menurutnya, pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang bersifat komplit, dimana di lembaga ini, generasi bangsa tidak hanya di ajarkan tentang Ilmu dunia dan agama, namun juga di ajarkan ilmu untuk hidup sederhana, menghargai sesama dan alam lingkunganya. “ Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan yang bersifat Back to basic, di sini anak-anak tidak hanya diajarkan ilmu dunia dan ilmu agama tetapi mereka juga dilatih hidup sederhana, ini yang tidak di miliki lembaga pendidikan lainya” jelasnya. Meski memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan lemabaga pendidikan lainya, kedepan Pondok pesantren Di Riau diharapkan bisa lebih menginovasi diri “ Ponpes sudah harus mengaplikasikan sains dan terknologi dalam praktek pembelajaranya, seperti apa yang sudah di lakukan ponpes di Rokan hulu, karena rohul sudah membuktikan dengan adanya sentuhan sains dan tekhologi mampu menghasilkan efektifitas dan efesiensi” ujarnya. Achmad menuturkan dengan telah di canangkanya hari santri nasional, menegaskan bahwa Pemerintah sudah mengakui peran pondok pesantren, sehingga kedepan di harapkan keberadaan pondok pesantren dapat lebih eksis dan membumi.” Sebutnya. Dalam Sambutanya, Kepala Kanwil Kementrian Agama Riau, Tarmizi Tohor menyatakan bahwa pencanangan hari santri nasional ini, merupakan kebijakan dari presiden Joko Widodo. Pencanangan Hari santri nasional ini merupakan bentuk penghormatan dan pengakuan dari Negara, terhadap perjuangan yang di lakukan kelompok santri dalam meraih kemerdekaan, yang dimotori tokoh santri seperti KH.Hasyim asyari, KH Ahmad dahlan, dan hos cokroaminoto. “ untuk di provinsi Riau, Rokan Hulu adalah Kabupaten Kota satu-satunya yang mencanangkan hari santri nasional di daerahnya, Hal ini semakin membuktikan bahwa Rohul memang memiliki komitmen, konsistensi dan semangat yang tinggi dalam mengaplikasikan nilai-nilai keagamaan di daerahnya” ungkap Tarmizi tohor. Tarmizi Tohor menyatakan bahwa selama ini keberadaan pondok pesantren masih diangga “sumir” di tengah masyarakat. Bahkan, pondok pesantren, kerap di afiliasikan dengan stigma-stigma negative seperti sarang teroris, Kolot dan stigma negative lainya. “ dengan adanya pencanangan hari santri nasional ini, kita semua berharap stigma-sitma miring yang di alamatkan untuk pondok pesatren bisa dihilangkan, dan yang terpenting pencanangan hari Santri nasional ini diharapkan keberadaan ponpes dapat semakin baik, dalam rangka membantu pemerintah untuk membangun bangsa dan Negara” sebutnya. Pencanangan Hari Santri Nasional, Merupakan Salah Satu Janji Kampanye, Dari Presiden Jokowi Dodo. Pendeklarasian Hari Santri Nasional, Mendapat Dukungan Dari Ormas Nahdlatul Ulama. Namun demikian Ormas Islam Muhamadiyah Memprotes Pencanangan Hari Santi nasional Ini, Karena Dinilai Menciptakan Sekat Di Antara Bangsa Indonesia. (Adv/hum)
--
This message has been scanned for viruses and dangerous content by
E.F.A. Project, and is believed to be clean.


EmoticonEmoticon