Pasir Pengaraian (Rokanhulu.com) - Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) akan menjadikan kembali kecamatan Ujung Batu, sebagai Centra produksi Jeruk Manis seperti masa-masa kejayaanya pada dekade tahun 70-an.untuk mewujudkan hal itu, pemkab Rohul tak hanya akan melakukan dengan sistem tanam hamparan, namun juga mendorong warga untuk memanfaatkan lahan perkarangan Warga (Agregat). Penegasan tersebut disampaikan Wakil Bupati Rohul Ir.H.Hafith Syukri.MM, saat menyerahkan bibit jeruk manis dan Pupuk Organik pola agregat, di Dusun Tugu Rejo Desa Ujung Batu Timur Kecamatan Ujung Batu Kamis (29/10/2015) Sore. Program Bantuan Bibit jeruk Manis Pola agregat ini, merupakan, Bantuan kegiatan APBD provinsi Riau Tahun 2015. Khusus untuk Desa ujung Batu timur, jumlah Bantuan bibit yang disalurkan mencapai 10.800 batang. Dalam kesempatan tersebut, wabup Rohul, Ir.H.Hafith Syukri MM,menyatakan bahwa dahulu jeruk merukan komoditas Primadona kecamatan ujung batu, namun seiring dengan masivnya perkembangan kebun sawit di kecamatan ujung batu, produksi jeruk seperti hilang ditelan bumi. selain mengembalikan Kejayaan Kecamatan Ujung batu sebagai Centra Produksi jeruk, Program ini juga merupakan Terobosan yang dilakukan pemerintah, untuk mengeluarkan masyarakat dari ketergantungan ekonomi, yang selama ini mengandalkan Komoditi sawit dan karet. " jadi kalau harga karet dan sawit jatuh,ekonomi masyarakat tidak terganggu lagi, karena masih ada komoditi lainya yang bisa di andalkan" sebut Wabup. Agar Program ini dapat berjalan sukses, wabup menghimbau seluruh kepala desa di ujung batu agar dapat melakukan inventaririsi lahan pekarangan yang tidak termanfaatkan untuk di tanami jeruk.Selain itu, dia menghimbau kepada Desa-Desa yang memiliki Kebun desa, juga ikut melakukan hal yang sama, sehingga bisa menambah (PADes) desa. "Kita sangat optimis dengan Komitmen, konsistensi dan Aksi nyata pemerintah dengan masyarakat,program ini bisa mengemblikn kejayaan ujung batu sebagai centra penghasil jeruk" ujar Hafit. Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Rohul Mubrizal SP.MMA, menjelaskan,Sistem tanam jeruk di pekarangan memiliki peluang berhasil cukup tinggi. Menurutnya, dengan sistem agregat, masyarakat Mudah untuk merawat tanaman jeruknya. Apalagi lanjut mubrizal, Jeruk memiliki prospektif bisnis yang luar biasa. Di asumsikan, jika 10.800 bibit jeruk manis ini ditanam seluruhnya di pekarangan warga, maka hal itu , sama dengan menanam di 27 hektar di lahan hamparan. Diprediksikan, jika perawatanya baik, maka dalam jangka waktu 5-6 tahun jeruk ini sudah dapt menghasilkan dengan asumsi hasil 500 Kg per batangnya. "Jika kelapa sawit sekrang saja harganya 1.500/kg, tetapi kalau jeruk harganya sekilo bisa sampai 10.000, sangat jauh selisihnya, ini tentunya akan mengangkat ekonomi masyarakat kita" kata mubrizal. Agar program ini sukses, mubrizal mengharapkan kepada PPL yang berada di UPTD kecamatan Ujung batu untuk memantau perkembangan jeruk yang ditanam warga. "Begitupn untuk hama, segera laporkan kepada petugas jika tanaman jeruk kita terserang hama, petugas kami siap untuk melayani, sehingga penyebaran hama jeruk bisa di antisipasi penyebaranya" tuturnya. selain sistem agregat,pemkab rohul juga sudah menyebar bibit di lahan seluas 118 Hakter dengan sistem hamparan, di desa pematang tebih kecamatan ujung batu. Jika program penanaman jeruk dengan sisitem agregat dan sistem hamparan berhasil, maka bukan tidak mungkin, kecamatan ujung batu akan kembali menjadi daerah penghasil jeruk Manis terbaik di Provinsi Riau. (Adv/Humas)
--
This message has been scanned for viruses and dangerous content by
E.F.A. Project, and is believed to be clean.
EmoticonEmoticon