Tak Hanya Waspada Asap, Kadiskes Rohul Ingatkan Warga Juga Waspada DBD

Tak Hanya Waspada Asap, Kadiskes Rohul Ingatkan Warga Juga Waspada DBD

Pasir Pengaraian (Rokanhulu.com) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rohul menghimbau kepada masyarakat yang berada di 16 kecamatan yang ada untuk tetap waspada terhadap penyebaran dan gigitan nyamuk aedes aegypty yang dapat menyebabkan penyakit demam berdarah dengue (DBD) di lingkungan tempat tinggalnya.

Untuk mengantisipasi penyakit yang dapat ditularkan dari nyamue aedes aegypty, agar masyarakat dapat melakukan pencegahan dengan tidak membiarkan air bersih tertampung dan tergenang disuatu tempat seperti kaleng bekas, botol, ember dan lain sebagainya. ‘’Masyarakat harus waspada dan antisipasi dini terhadap penyebaran nyamuk aedes aegypti di daerahnya.Dengan upaya melakukan gotong royong membersihkan perkarangan di lingkungan rumah.Karena lingkungan yang bersih terhindar dari berbagai penyakit.’’ungkap Kepala Dinkes Kabupaten Rohul drg Grifino Dahlihardy, Senin (26/10/2015) terkait adanya ditemukan kasus DBD di Rohul. Sebagai antisipasi pemberantasan sarang nyamuk aedes aegypty, Grifino meminta pada masyarakat agar melakukan tindakan preventif dengan melakukan pencegahan yang efektif dan efisien.Adapun pencegahan demam berdarah yang paling efektif dan efisien untuk saat ini adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan teknik dasar 3M Plus. Diakuinya, gerakan 3M plus yang sudah cukup dikenal masyarakat tetap menjadi andalan dalam mencegah mewabahnya demam berdarah.Kegiatan menguras penampungan air, mengubur barang bekas dan menutup tempat penampungan air serta plus menghindari gigitan nyamuk masih menjadi hal yang paling ampuh untuk menangkal perkembangan demam berdarah. ‘’Bila prinsip itu dilaksanakan, maka dapat terhindar dari wabah penyakit DBD.Gerakan 3 m plus sangat penting sekali, sebagai antisipasi dan pencegahan yang dilakukan masyarakat agar terhindar dari serangan penyakit DBD.’’sebutnya Grifino mengatakan, antisipasi pencegahan DBD, sudah menjadi program rutin instansinya, untuk pemberantasan nyamuk berdarah melalui PSN.’’Kita melakukan surveyline, kalau daerah itu didapatkan penderita DBD, dari langkah itu, kalau ditemukan ada kasus nyamuk dewasa baru dilakukan fogging. Setelah fogging kita amati, pemantauan jentiknya.’’sebutnya Dia mengharapkan Puskesmas se Rokan Hulu untuk terus memantau dan melakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat dalam mengantisipasi dan pencegahan berkembangbiaknya sarang nyamuk yang dapat menimbulkan penyakit DBD diwilayah kerjanya masing-masing. Bilamana ada anak atau balita yang mengalami demam berdarah, untuk segera diperiksa ke Puskesmas terdekat.Jika ternyata positif terkena DBD, sehingga dapat ditolong lebih cepat. ‘’Seluruh Puskesmas, Rumah Sakit Swasta, Klinik praktek di Rokan Hulu, bila ditemukan kasus DBD, agar melaporkan kasus itu 1 x 24 jam ke Diskes Rohul.’’tuturnya Untuk bulan September 2015 ditemukan 8 kasus DBD sedangkan pada bulan ini ditemukan 6 kasus DBD. (Ar)


--
This message has been scanned for viruses and dangerous content by
E.F.A. Project, and is believed to be clean.


EmoticonEmoticon