Pasir Pengaraian (Rokanhulu.com) - Ada 31 mobil hias berbahan tanaman kelapa sawit, perwakilan dari seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Pemkab Rohul), ikut meriahkan âRokan Hulu Creative Carnival (RCC) 2015â yang digelar di Kota Pasir Pangaraian, Minggu (11/10/2015).
Bahkan bukan hanya mobil hias dari SKPD yang ditampilkan, kegiatan yang diprakarsai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Rohul, juga pamerkan beragam pakaian unik yang biasa dipakai di setiap karnaval di tingkat internasional untuk ikut ramaikan kegiatan, yang dibuka Bupati Rohul Drs. H. Achmad M.Si, didampingi wakilnya Ir. H. Hafith Syukri MM, Ketua TP PKK Rohul Hj Maghdalisni Achmad, Pejabat Forkompinda, tamu dari Provinsi Riau, para Camat-se Rohul serta undangan lainnya.
Peserta RCC 2015 dilepas dari Jalan Tuanku Tambusai, atau tepatnya di depan Pasar Modern. Iring-iringan panjang peserta dan kendaraan hias sekitar 6 km, memenuhi badan jalan Tuanku Tambusai, yang mengarah ke Jalan Diponegoro Taman Kota, dan finish di Jalan lingkar Km 4, pasir Pangaraian.
Menurut Ketua Panitia RCC 2015, juga Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga H. Muhammad Zen SPd,MM.Pd, RCC yang digelar, sebagai upaya memperkenalkan Kabupaten Rohul kepada dunia internasional dan dalam negeri. Dua negara ikut meramaikan acara seperti dari Malaysia dan Singapura.
Bukan itu saja, perwakilan dari 8 provinsi di Indonesia juga andil dalam carnaval, seperti dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, DKI Jakarta, dan perwakilan dari Nusa Tenggara Barat.
â Selain sebagai hiburan masyarakat, Rokan Hulu Creative Carnival juga dapat membangkitkan sektor ekonomi masyarakat,â sebut H M. Zen, dan diakuinya dana untuk RCC 2015 dibiaya penuh dari APBD Murni Rohul 2015.
HM Zen mengaku, mobil hias di RCC yang pertama kalinya dilaksanakan ini, mobil hias sengaja menggunakan bahan dari tanaman kelapa sawit dan tanaman pertanian lain. Hal ini untuk mengenalkan besarnya potensi kelapa sawit dan pertanian di Kabupaten Rohul.
Bupati Rohul Drs H Achmad M.Si dalam sambutannya saat membuka RCC 2015 mengatakan, RCC tahun ini juga diikuti perwakilan dari 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Dikatakannya lagi, terkait banyaknya opini masyarakat yang menyebutkan bahwa RCC yang menampilkan replika hewan dilindungi negara merupakan ritual menyembah berhala.
â Sehingga perlu kita sampaikan, agar tidak salah tafsir, bahwa salah satu kreatifitas berbagai hewan bukanlah kegiatan syirik untuk menyembah hewan (berhala),â kata Bupati Achmad.
Katanya lagi, duplikat atau replika hewan bukan untuk menyembahnya. Duplikat dibuat agar masyarakat tahu bahwa banyak habitat hewan di Indonesia terancam punah, termasuk beberapa hewan dilindungi di Kabupaten Rohul.
â Melalui kegiatan yang digelar di RCC 2015, diharapkan kita lebih mencintai satwa, sebab sebagian satwa terancam punah, kerena. habitatnya terganggu akibat ketamakan segelintir orang. Acara ini juga membantu negara dalam melestarikan hewan yang dilindungi,â sebut Bupati, dan mengajak masyarakat Rohul untuk selalu menyayangi hewan yang mulai langka.
Menurutnya, acara itu juga untuk. memperkenalkan Rohul ke dunia luar, baik internasional dan nasional, termasuk hewan-hewan langka yang di Rohul.
Dirinya mengharapkan RCC menjadi kenangan bagi masyarakat Rohul. Even ini dimintanya tetap dilaksanakan rutin di masa yang akan datang. âKita berterimakasih atas kehadiran warga dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun Rokan Hulu ke-16 tahun,â ucap Bupati Achmad, dan mengajak segenap warga Rohul ikut meramaikan acara Kemilau Seni Rumpun Melayu di Gedung Daerah Pasir Pengaraian, termasuk Upacara HUT Rohul ke-16 yang dilaksanakan di lapangan Kantor Bupati, Senin (12/10/15) pagi.
Sementara, Kepala Disbudpar Rohul Dra. Yurikawati meyatakan, RCC juga sebagai upaya Pemkab Rohul dalam mendukung Visi Provinsi Riau 2020, yakni menjadikan Riau sebagai pusat Kebudayaan Melayu di Indonesia.
Yurika menyatakan, RCC turut didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi Riau, dari itu Disbudpar Rohul akan memasukkan RCC ke dalam Kalender Pariwisata Riau. Seluruh fasilitas dinilainya sudah bertaraf internasional, termasuk gedung, dan jalan yang dipakai untuk pawai.
" RCC ini juga dinilai dan ada hadiahnya. Bagi kendaraan hias terbaik akan mendapatkan hadiah," jelas Yurikawati.
Terlepas itu, tidak semua anggota DPRD Rohul yang kontra terhadap digelarnya RCC. Wahyuni misalnya. Politisi Partai Demokrat ini mendukung digelarnya RCC rutin setiap tahun.
â Kita melihat, ini sangat luar biasa. Bahwa masyarakat Rohul sangat membutuhkan hiburan. Dengan ada kegiatan, pedagang juga terbantu. Mari kita lihat kegiatan ini secara cermat,â tutur Yeni, warga simpng Tangun, Desa Pematang Berangan, Kecamatan Rambah. (Adv/Humas)
--
This message has been scanned for viruses and dangerous content by
E.F.A. Project, and is believed to be clean.
EmoticonEmoticon