Pasir Pengaraian (Rokanhulu.com) - Festival Kemilau Seni Rumpun Melayu  (KSRM) yang di ikuti sejumlah Negara Melayu Serumpun di ASEAN dan Nasional sukses di gelar di Gedung Daerah Rokan Hulu, Sabtu (10/10/2015) malam.
Event yang pertama digelar di negeri seribu suluk itu, menunjukkan begitu kayanya budaya melayu, sehinggga layak dijadikan sebagai motor industriwisata di Riau.Hal itu disampaikan Bupati Rokan Hulu Drs H Achmad MSi disela-sela menyaksikan acara Kemilau Seni Rumpun Melayu yang diikuti beberapa Negara seperti Malaysia, Singapore, Brunai Darussalam.
Sejumlah Provinsi di Indonesia yakni Nusa Tengga Barat, Sumatera Utara, Aceh, DKI Jakarta, Bengkulu, Sumbar, Jambi dan 12 kabupaten/kota di Riau menampilkan keragamaan kesenian khas melayu dari masing-masing daerah, baik itu jenis tarian, musik, pakaian dan sebagainya.
Festival Kemilau Seni Rumpun Melayu yang digelar dalam rangka Hut ke 16 Rohul, cukup mendapatkan perhatian dari masyarakat, terbukti 3000 kapasitas tempat duduk di Gedung Daerah Rohul terisi penuh.Bahkan warga yang tak dapat tempat duduk rela berdiri agar tetap bisa menyaksikan festival tersebut.
Bupati Rohul Drs H Achmad MSi kepada wartawan, Sabtu (10/10/2015) malam mengatakan Kemilau Seni Rumpun Melayu yang digelar ini, merupakan sebuah event yang sangat bergengsi.Karena event internasional ini, membuktikan Seni budaya itu tidak mengenal teritorial, batasan wilayah bahkan negara, Suku, agama, Ras dan sebagainya.
Sehingga seni budaya itu bisa dapat menyatukan masyarakat global.ââInilah salah satu tujuan digelarnya festival Kemilau Seni Rumpun Melayu, disamping mengenalkan Rokan Hulu di dunia internasional, dan luar Provinsi Riau.Kegiatan ini dapat melestarikan budaya melayu di Riau khsusunya Rokan Hulu,ââsebutnya.
Achmad mengatakan, Kemilau Seni Rumpun Melayu ini diharapkan menimbulkan spirit, semangat baru dari masyarakat Melayu Rohul khususnya tentang seni budaya.Karena budaya bisa mengangkat harkat martabat, sekaligus merupakan pariwista.
ââ Industri Pariwsata tetap maju dan berkembang dan tak pernah bangkrut, karena budaya ini menyangkut estitika dan kebutuhan masyarakat. Melalui seni budaya, sektor pariwisata kita akan bangkit, sehingga mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.ââ katanya.
Bupati Achmad menilai, festival ini, budaya melayu itu bersifat dinamis dan terbuka, dari gerak, kreasinya, dimana pada zaman dahulu sebagai bahasa pengantar dan juga pergaulan serta budaya melayu yang identik Islam itu bisa diterima orang dimana saja.
ââ Inilah sifat-sifat universal yang ada di Budaya Melayu ini.ââ tuturnya.
Dia mencontohkan, tarian yang ditampilkan oleh Melayu Aceh, dari gerakannya terlihat kompak dan bersatu padu.Sehingga nilai-nilai integritas dari tarian tersebut harus diambil oleh masyarakat khsusnya Rohul.
Begitu juga, tarian yang ditampilkan dari Provinsi Bengkulu, menunjukkan nilai keindahan, dapat ditarik nilai estitika dan sopan santu  yang dapat diambil dan diwariskan kepada generasi muda untuk mempertahankan budaya melayu.
Termasuk tarian yang ditampilkan NTB, menunjukkkan religius yang sangat cocok dengan kepribadian Rohul.ââSebagai orang melayu, kita harus bangga. Karena Melayu itu besar, kaya, menjemuk bermacam anekaragaman budaya, sehingga menambah khasanah kekayaan Nusantara ini.ââtutupnya. (Adv/Humas) Â
       Â
     Â
--
This message has been scanned for viruses and dangerous content by
E.F.A. Project, and is believed to be clean.
EmoticonEmoticon