Pasir Pengaraian (Rokanhulu.com)-Terhambatnya pembebasan lahan, mengakibatkan pembangunan 450 tapak tower yang dibutuhkan untuk menarik jaringan transmisi melalui kabel saluran udara tegangan tinggi (SUTT) antar tower.
Mulai dari Gardu Induk Rantau Berangin Kampar menuju lokasi gardu induk di Desa Rambah Tengah Hilir Kecamatan Rambah belum terealisasi secara maksimal.Permasalahan pembebasan lahan, menjadi salah satu kendala dari pembangunan tapak tower jaringan transmisi oleh pihak PLN.
Untuk menuntaskan permasalahan pembebasan lahan pembangunan tapak tower, Pemkab Rohul siap membantu PLN, dengan melakukan pendekatan dan pemahaman kepada masyarakat secara persuasif kepada masyarakat maupun perusahaan yang lahannya terkena pembangunan tapak tower.
Dengan haraapan masyarakat atau perusahaan mau merelakan dan mengikhlaskan tanaman atau tanahnya yang terkena untuk pembangunan tapak tower jaringan.Karena dengan tersalurnya listrik yang cukup memberikan multi efek kepada masyarakat.
Pernyataan itu diungkapkan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Rohul Drs Yusmar MSi kepada wartawan, Selasa (3/11/2015), usai melaksanakan rapat kordinasi antara Tim Pembabasan Tapak Tower SUTT dengan Perwakilan PLN Wilayah Riau-Kepulauan Riau (WRKR) Enrizal Mustafa dan Staf Unit Induk Pembanguan (UIP) PLN Wilayah Sumut, Aceh, Sumbar, Riau dan Kepri Ikbal, Manager PLN Rayon Pasirpengaraian Andi Parasetya di kantor Distamben Rohul.
Menurutnya, untuk mensukseskan program energi listrik di Rohul, dirinya sudah berkoordinasi dengan Bupati Rohul Drs H Achmad MSi dan Wakil Bupati Rohul Ir H Hafith Syukri MM, pemerintah daerah siap membantu dan mensupport PLN dalam pembangunan 450 tapak tower di Rokan Hulu.
ââ Pimpinan kita komitmen untuk membantu PLN, dalam merealisasikan pembangunan tapak tower yang berada di 6 kecamatan.Energi listrik ini memang sangat dibutuhkan dan diharapkan, nanti masyarakat harus bisa memahami, kalau biaya penganti lahan dan tanaman itu, jangan disamaka dengan tower-tower komersil lainnya,ââsebutnya
Yusmar mengaku kecamatan yang akan dilalui kabel SUTT antar tower yakni Kabun, Tandun, Ujung Batu, Rambah Samo, Rambah dan Rambah Hilir.ââKita akan validasi datanya kembali sampai ke tingkat desa, nanti akan diketahui berapa desa di Rohul yang akan ada titik pembebasan lahan tersebut.Disini perlu dilibatkan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa, khususnya masyarakat pemilik tanah-lahan dan tanaman, pokoknya kita samakan presepsi untuk membangun daerah supaya menjadi yang lebih baik kedepannya,ââsebutnya
Sementara itu, Tim Pembebasan Lahan PLN WRKR Enrizal menyebutkan, pembangunan tapak tower membutuhkan dukungan langsung dari masyarakat.Karena, mulai dari Bangkinang, Kabupaten Kampar sampai ke Pasir Jambu Desa RTH ada 450 titik tapak tower.
Dari jumlah itu, baru terbebaskan 30 titik.Bila dipersentasikan baru sekitar 5 pesren, dan bila nantinya ada dukungan dari masyarakat dan disupport oleh pemerintah daerah terhadap tanah yang terkena pembebasan lahan itu, yakin dan percaya pembangunan tapak tower akan berjalan efektif.
ââ Kita berikan apresiasi kepada Pemkab Rohul khususnya Kadistamben Rohul Yusmar, yang dinilai selalu Well Come dan mendukung sepenuhnya dalam mensukses kegiatan ini.ââsebutnya.
Untuk pembangunan satu tapak tower itu rata-rata luasnya 14 x 14 meter.Sistem lahan yang diganti rugi itu akan dipakai selamanya, tidak komersil seperti tower-tower lainnya.
Permasalahan pembebasan lahan, dipicu bervariasinya harga ganti rugi lahan milik masyarakat yang terkena jalur pembangunan tapak tower. Dalam artian harga pembebasan ganti rugi aset atau lahan masyarakat yang terkena tower jaringan lebih tinggi dari harga ganti rugi yang telah ditetapkan Tim Appraisal terdiri dari PLN dan Unsur pemerintah.(Adv/Humas)
--
This message has been scanned for viruses and dangerous content by
E.F.A. Project, and is believed to be clean.
EmoticonEmoticon