Semen Padang akhirnya memastikan tiket final Piala Jenderal Sudirman setelah meraih kemenangan 4â"2 melalui adu penalti atas Pusamania Borneo FC dalam laga leg kedua semi-final di Stadion H Agus Salim, Sabtu (16/1) malam WIB. Tim Kabau Sirah menuntaskan leg kedua dengan kemenangan 2-0 di 90 menit, sehingga pertandingan harus diselesaikan melalui adu penalti setelah skor menjadi imbang agregat 2-2, karena di leg pertama Pusamania memetik kemenangan 2-0. Semen Padang yang membutuhkan kemenangan dengan skor telak langung menekan pertahanan Pusamania sejak peluit kick-off ditiupkan wasit. Tuan rumah sudah melakukan pergantian pemain setelah Gugum Gumelar mendapatkan cedera akibat salah jatuh. Gugum digantikan Hendra Bayauw di menit keempat. Pelatih Nil Maizar juga menarik keluar Alwi Slamet, dan memasukkan Irsyad Maulana. Tensi pertandingan juga sudah panas di awal laga. Satrio Syam dan Arpani terlihat terlibat kericuhan yang bisa menjurus ke arah perkelahian, sehingga diusir wasit pada menit kelima. Kedua tim akhirnya bermain dengan sepuluh pemain. Peluang diperoleh Semen Padang pada menit kesembilan, tapi sepakan M Nur Iskandar yang berdiri bebas usai menerima umpan Rudi masih mengenai kaki Goran Gonchev, walau kiper Galih Sudaryono sudah mati langkah. Semen Padang sempat menjebol gawang Pusamania di menit ke-15, tapi dianulir wasit, karena menganggap Nur Iskandar berada dalam posisi off-side saat menanduk bola. Semen Padang masih terus melakukan tekanan ke pertahanan Pusamania. Peluang diperoleh Rudi dan M Nur selepas laga berjalan 25 menit. Namun sepakan kedua pemain itu melenceng di sisi kiri gawang Galih. Peluang emas untuk membuka keunggulan diperoleh Semen Padang pada menit ke-37. Berawal dari serangan balik Hendra yang masuk hingga ke sektor kanan pertahanan Pusamania, ia memberikan umpan matang kepada M Nur yang berdiri bebas tanpa pengawalan. Sayangnya, striker Semen Padang ini tidak bisa menyambut umpan dengan baik, sehingga tuan rumah gagal membuka keunggulan hingga babak pertama usai. Semen Padang tidak mengendurkan serangan mereka di babak kedua demi membobol gawang Pusamania. Kebuntuan itu akhirnya terpecahkan pada menit ke-50 ketika tendangan keras kaki kanan kapten tim Yu Hyun Koo usai menerima sodoran tendangan bebas menjebol gawang Galih. Gol ini melecut motivasi pemain Semen Padang untuk menekan pertahanan Pusamania, karena mereka mampu memperkecil ketertinggalan agregat menjadi 2-1. Galih terpaksa harus terbang demi mengamankan gawangnya dari ancaman kebobolan oleh tendangan bebas Yu di menit ke-60. Permainan agresif yang diperagakan Semen Padang memaksa Pusamania hanya bisa bertahan, dan sesekali mencoba melakukan serangan balik. M Nur kembali mendapatkan peluang untuk menjebol gawang Pusamania di menit ke-68. Sayangnya, pemain bernomor punggung 17 ini kembali tidak bisa mengendalikan bola dengan baik, walau berada dalam posisi bebas tanpa pengawalan. Semen Padang akhirnya berhasil memperbesar keunggulan pada menit ke-74. Umpan dari sisi kiri pertahanan Pusamania disambut M Nur, dan memberikan umpan sundulan kepada Rudi yang berdiri bebas. Rudi pun tanpa ampun menghujamkan bola ke dalam gawang Galih. Namun Semen Padang harus bermain dengan sembilan orang setelah Hendra diganjar kartu kuning kedua, sehingga terpaksa meninggalkan lapangan menjelang 90 menit berakhir. Kendati demikian, mereka mampu mempertahankan keunggulan 2-0, sehingga laga dilanjutkan melalui adu penalti, karena skor agregat menjadi 2-2. James Koko Lomell yang menjadi algojo pertama Semen Padang menunaikan tugasnya dengan baik. Begitu juga dengan Srdjan Lopicic di kubu Pusamania. Setelah M Nur sukses menjebol gawang Galih, eksekusi Ponaryo Astaman dapat dibendung Jandia Eka Putra. Irsyad Maulana dan Ade Jantara yang menjadi penendang ketiga Semen Padang dan Pusamania berhasil menjebol gawang lawan masing-masing. Novrianto kembali menghadirkan ketegangan di kubu Semen Padang setelah tendangannya melenceng di sisi kanan gawang.
Tapi Jandia tampil cemerlang saat membendung penendang keempat Pusamania, Jajang Mulyana. Novan Setyo Sasongko yang menjadi eksekutor kelima akhirnya memastikan Semen Padang merebut tiket ke final setelah menaklukkan Galih.
EmoticonEmoticon