Minta Nasehat Adat, Hulubalang Gelar Pertemuan Dengan Ketua LAM Rohul

Minta Nasehat Adat, Hulubalang Gelar Pertemuan Dengan Ketua LAM Rohul

Pasir Pengaraian (Rokanhulu.com) - Beberapa hari terakhir suasana sempat “memanas” yang dapat menganggu ketentraman dan kondusifitas di Rokan Hulu, Karena dipicu  status di akun facebook yang "menghina orang rokan hulu bodoh" yang berdampak dapat menimbulkan kesenjangan bahkan konflik sosial. Tidak terima atas penghinaan itu, Direspon langsung oleh Hulubalang Nogori Rokan Hulu dengan melaporkan ke Polres Rohul, Juma'at (22/1/2016) lalu.

Untuk meminta pendapat atau nesehat dari orang yang dituakan di Rokan Hulu, Hulubalang Nogori Rokan Hulu melakukan pertemuan dengan Ketua Lembaga Adat Melayu Rokan Hulu T. Rafli Armein S.Sos, di Aula Kantor Dinas Koperasi Perindustrian Dan Perdagangan (Diskoperindag) Rokan Hulu, Senin (25/1/2016).

Dalam pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Rokan Hulu T. Rafli Armein S.Sos, Ketua Hulubalang Nogori Rokan Hulu Alirman yang bergelar Panglimo Bosa, Panglimo Pagar Nogori, Bendaharo, Wakil Kerani, Laskar Hulubalang, serta para Kabid dan anggota Hulubalang.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Rokan Hulu T. Rafli Armein S.Sos mengatakan, untuk menghindari terjadinya perselisihan atau pertikaian di negeri seribu suluk, dia mengharapkan kepada semua pihak untuk saling harga menghargai satu sama lainnya.

" kita mintalah untuk saling harga menghargai, dalam adat itukan kalau sebaya saling menghargai, yang tua dihormati, yang kecil di sayangi, kalau prinsip itu di pegang insya allah tidak terjadi bentrok baik itu antar LSM maupun hulubalang " Nasehat T. Rafli Armein.

T. Rafli Armein angkat bicara mengenai adanya status di akun facebook tentang penghinaan terhadap orang Rokan Hulu, dia meminta data pendukung kepada Hulubalang terkait adanya penghinaan di Media Sosial tersebut, jika ada unsur penghinaan, dia meminta kepada pihak terkait, sebagai orang timur, orang tersebut harus berani meminta maaf kepada media dan publik khususnya masyarakat Rokan Hulu.

" kita harus cari dulu akar masalahnya, kadang-kadang ada unsur sakit hati, makanya saya minta data-datanya dulu, jika ada unsur penghinaan dia harus minta maaf, hulubalang pun itu dapat memakluminya, jika dihina-hina seperti itu, saya yang dituakan dirohul juga tidak terima" jelas Kadiskoperindag Rohul tersebut.

Terkait adanya pelaporan di Polres, dalam waktu dekat T. Rafli Armein akan menyurati atau menjumpai Kapolres, karena berdasarkan Hukum Adat di Rohul mengedepankan Azas musyawarah mufakat. Jika musyawarah mufakat mendatang jalan damai hal itu sah-sah saja, jika tidak bisa didamaikan akan ditempuh melalui jalan Hukum.

Masih ditempat yang sama, Ketua Hulubalang Nogori Rokan Hulu Alirman  mengatakan, sebagai masyarakat yang beradat, harus menjunjung tinggi norma-norma agama dan aturan-aturan hukum yang harus ditaati, jika tidak ditaati akan berujung SARA.

" kita mendesak dengan tegas kepada semua pihak, jangan membuat permasalahan yang berdampak SARA, dengan adanya permasalahan ini kita tidak ingin melibatkan banyak pihak " pinta Alirman.

Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, Alirman bersedia untuk mediasi. Namun, dia mengakui, ada perlawanan dari pihak terkait, malahan sebaliknya dia dilaporkan.

" sebenarnya kita mau mediasi, tapi malahan kita yang dilapor, sudah kita arahkan tapi tidak mau diarahkan, makanya kita ikuti langkah-langkah hukum, kita juga sudah minta kepada ketua LAM untuk mendesak aparat penegak hukum untuk menyelesaikannya secara tegas " ungkap Alirman.

Alirman yang bergelar Panglimo Bosa itu mengharapkan kepada masyarakat rokan hulu untuk menahan diri. Di negeri beradat ini dia tidak mau ada yang melanggar adat, untuk itu perlu di normalisir dan dihimbau kepada anak kemenakan untuk bersabar biarkan hukum yang bekerja. (Hen)


EmoticonEmoticon