Wujudkan Revolusi Perkebunan di Rohul, ISQ Syekh Ibrahim Lirik Budidaya Kurma

Wujudkan Revolusi Perkebunan di Rohul, ISQ Syekh Ibrahim Lirik Budidaya Kurma

Pasir Pengaraian (Rokanhulu.com) - Sesuai dengan namanya, Institut sains Al-Qur'aan berupaya untuk mengembangkan penemuan sains, yang be'arkaitan dengan isi kandungan Al-Qur"aan.  Salah satu  Kajian yang tengah dilakukan, yakni pengembangan Perkebunan Kurma, yang biasanya hanya ada di Daerah padang pasir. Mustahil atau mungkinkah itu diwujudkan di Rohul yang notabene beriklim tropis ?
Untuk mewujudkan hal itu, Institut Sains Alqur”aan Syekh Ibrahim, Kamis (28/1) menggelar seminar Dengan mendatangkan pemilik perkebunan Kurma terbesar di Thailand Mr. Sak Lamjuan sebagai narasumber. Seminar yang digelar di Aula Pertemuan Kantor Bupati Rohul Pasirpengaraian dibuka Asisten II Setdakab Rohul Saiful Bahri, dan dihadri Rektor ISQ Syekh Ibrahim, DR.H. Mustafa Umar,  Ketum Badan Kesejahteraan Masjid Agung An-Nur Pekan Baru Komar karim, Kepala Dinas Badan Dan Kantor di Lingkungan Pemkab Rohul, serta Mahasiswa dan civitas Akademika ISQ Syekh Ibrahim.
Menurut Rektor ISQ Syekh Ibrahim DR.H.Mustafa Umar, di dalam Al-qur”aan pohon kurma disebutkan, sebagai pohon terbaik dari tanaman yang ada di bumi.  Dari isyarat Allah dalam Al-qur”aan tersebut, tanaman kurma menyimpan rahasia dan keistimewaan yang perlu dikaji dengan ilmu pengatahuan. “karena isyarat alqur"Aan itu, kemudian kita menjumpai pohon kurma ternyata bisa tumbuh dan berbuah di Thailand yang Iklim serta kondisi tanahnya tidak jauh berbeda dengan kita,  dengan fakta ini tidak mustahil Tanaman Kurma juga bisa di budidayakan di rohul” ujar Mustafar Umar. Mustafa Umar menyebutkan secara ekonomis, pembudidayaan Kurma jauh lebih menguntungkan dari perkebunan Kelapa sawit.  Bayangkan saja, dalam setahun, Satu batang pohon kurma, bisa menghasilkan buah kurma sebanyak 320 kg  pertahunya atau bisa mencapai Rp48 juta. Menurutnya, Jika pembudidayaan Kurma ini berhasil dilakukan, tentunya hal tersebut akan mendorong masyarakat rohul untuk mengganti tanaman sawit nya dengan tanaman kurma. “ jika pembudidayaan ini Kurma ini berhasil kita lakukan, tentunya ini akan menjadi inspirasi untuk mendorong terjadinya revolusi perkebunan di rohul” sebut Mustafa umar optimis. Setelah seminar ini, Lanjut  Mustafa Umar, ISQ akan menjalin bekerjasama dengan Mr.Sak Lamjuang. pemilik Brand Kolak (merek produk makanan Kurma asal thailad)  tersebut akan mennyediakan bibit langsung dari Thailand. ISQ juga akan mengirim tenaga ahli ke Thailand untuk belajar langsung pembudidayaan kurma di Thailand. “Untuk tahap awal kita akan tanam sebanyak 30 batang Kurma di belakang gedung isq, tanaman-tanaman kurma itu akan dikelola oleh mahasiswa dan civitas akedemika, skaligis belajar enterprenuership” tuturnya. Dalam seminar tersebut,  Mr.Saklamjuan memaparkan berbagai pengalamannya dalam membudidayakan Kurma. Dengan bahasa Thailand yang diterjemahkan penerjemah, pengusaha Sukses ini, mennjelaskan secara detail bagaimana cara penanaman kurma di lahan tropis. Dia juga menyebutkan, syarat utama yang harus dimiliki lahan tropis untuk bisa ditanami kurma adalah lahan yang air nya berada milnimal 3 meter dibawah permukaan tanah dan tanah agak berpasir. Pengembangan Budidaya Kurma Di rokan Hulu, mendapat apresiasi dari Ketua umum dari Badan Kesejahteraan Masjid Agung An-Nur Pekanbaru Komar karim, menurutnya, pengembangan Budidaya Kurma ini merupakan peluang dalam peningkatan ekonomi Umat khusunya di Riau yang daerahnya dataran tinggi, seperti Rohul, Kuansing, Siak, dan pelalawan. (Ar)


EmoticonEmoticon