Pasir Pengaraian (Rokanhulu.com) -Â Sepanjang tahun 2015, berdasarkan data laporan bulanan Puskesmas yang diterima Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hulu, angka penderita Deman Berdarah Dengue (DBD) yang tersebar di 16 kecamatan se Rohul sebanyak 159 Kasus.
Bila dilihat dari jumlah kasus DBD tersebut, terjadi peningkatan kasus sebanyak 55 kasus bila dibandingkan dengan data kasus DBD pada tahun 2014 sebanyak 104 kasus.Peningkatan Kasus DBD terjadi dua bulan terakhir dipenghujung akhir tahun 2015.
Karena terjadinya peralihan musim, dari musim panas ke musim penghujan.ââPenyebaran DBD tahun 2015 relatif berubah dari tahun sebelum, dikarenakan ada beberapa kecamatan atau desa yang mengalami peningkatan kasus DBD antara lain Tambusai,Rambah Hilir, Rambah, Tambusai Utara.Terutama pada bulan November dan Desember 2015.Alhamdulilah kita dapat mengatasi dengan berbagai upaya untuk dapat menekan angka kesakitan DBD.ââungkap Kepala Diskes Kabupaten Rohul drg Grifino Dahlihardy kepada wartawan, Rabu (13/1/2016) terkait kasus DBD yang terjadi di Rohul pada tahun 2015.
Dari Penyelidikan Epidemiologi (survey) yang dilakukan oleh petugas Puskesmas dan Dinas Kesehatan Rohul dilapangan, lanjut Grifino, kecamatan yang ada kasus DBD atau tempat penderita, masih ditemukan tempat perindukan nyamuk Aedes Agypty antara lain.
Banyaknya Drum, Ban Bekas, kaleng kosong yang menampung air saat terjadinya hujan, sehingga menjadi tempat bersarangnya nyamuk Aedes Agypty.Kondisi itu, harus dibersihkan oleh masyarakat bersama-sama karena dapat memutuskan mata rantai penularan DBD.
ââ Sebenarnya DBD tidak perlu ditakuti karena dapat dicegah dengan bersama-sama membersihkan lingkungan .Terutama lingkungan yang banyak penampungan air seperti Drum, Ban-Ban bekas, kaleng-kaleng, serta yang dapat menampung air serta menguras bak air minimal 1 kali seminggu.ââterangnya
Mengingat curah hujan yang tidak menentu di Riau khususnya di Kabupaten Rokan Hulu berpengaruh terhadap penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue).Kadiskes menghimbai kepada masyarakat agar memperhatikan kebersihan lingkungan sekitarnya dengan melakukan gerakan 3 M (Menguras, Mengubur, dan Menutup) bak penampungan air sehingga perkembangan DBD dapat diatasi.
ââ Kita sudah instruksikan seluruh Kepala Puskesmas se Rokan Hulu, untuk dapat melakukan pencegahan wabah DBD.Dengan bergerak cepat melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) diwilayah kerjanya masing-masingââjelasnya
Dihimbau kepada masyarakat harus waspada dan antisipasi dini dengan melakukan gotong royong membersihkan perkarangan di lingkungan rumah.Karena lingkungan yang bersih, dapat terhindar dari berbagai penyakit.
ââ Kita himbau kepala desa, Lurah se Rohul untuk menggalakan kegiatan goro massal di daerahnya dalam rangka membersihkan lingkungan, antisipasi agar tidak berkembang sarang nyamuk aedes aegypt dan melakukan gerakan 3 M.Bila prinsip itu dilaksanakan, maka dapat terhindar dari penyakit DBD.ââtuturnya
Berbagai upaya yang dilakukan jajaran Diskes Rohul untuk melakukan pencegahan, antara lain penyuluhan DBD baik ditempat umum maupun diwirid pengajian serta radio spot, pemberian bubuk abate, serta langkah lainnya. (Ar)
EmoticonEmoticon